Depok, Gontornews — Ma’had Madinatul Qur’an (MQ) Putri Depok menerima kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (26/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Anies bertakziyah ke kediaman (alm) H Abdul Hamid Mollah, ayahanda H Abdul Sattar, selaku Penasihat Yayasan Madinatul Qur’an Depok.
Selain bertakziyah, Anies berkenan untuk mengunjungi dan menyapa mahasantri di Ma’had Putri MQ Depok. Bersama dengan Mahasantri MQ Depok, Anies melakukan bincang-bincang sekaligus tanya-jawab sejumlah isu-isu nasional.
“Abah, masih ada tidak harapan untuk Indonesia bagi kami sebagai santri,” tanya Annura Lathifah Zahira, salah seorang mahasantri MQ Depok angkatan ke-6 kepada Anies.
“Masih punya harapan, in syaa Allah,” jawab Anies dengan raut wajah yang berseri-seri.
Pertanyaan lain muncul saat seorang mahasantri bertanya tentang apa motivasi yang perlu dimiliki oleh para santri agar tidak down saat merespons berita negatif di Indonesia. “Apa motivasi buat kita pak Anies, biar kita nggak down melihat berita-berita tentang Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja, apalagi kita ini di pondok yang tidak tahu tentang kabar-kabar di luar?” tanya seorang mahasantri.
Anies pun merespon dengan menjawab: “Sesulit apapun yang kita hadapi, pasti sudah pernah ada yang mengalaminya dan kita bukan yang pertama. Kalau yang sebelumnya bisa (melewati), in syaa Allah kalian pun akan bisa,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2018-2023 tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Penasihat Yayasan Madinatul Qur’an Depok, H Abdul Sattar, juga memberikan nasihatnya dengan menyadur petuah dari Albert Einsten. “Albert Einsten pernah bilang, kalau pelajaran di sekolah itu hanya informasi. Jadi, pengalaman kamu adalah ilmu pengetahuan,” katanya sebagaimana dilansir laman resmi madinatulquran.com.
“Makanya, kita harus belajar sejarah supaya bisa mengambil ilmu pengetahuan dan pengalaman dari orang, dari tokoh-tokoh pahlawan semua, juga dari yang pak Anies alami. Kita ambil yang baiknya untuk menjadi rujukan langkah-langkah dan keputusan jika melangkah ke depan,” sambung H Abdul Sattar menutup. [Mohamad Deny Irawan]

























