Jakarta, Gontornews — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi program Sekolah Rakyat (SR) oleh Kementerian Sosial sebagai bukti hadirnya negara dengan dibukanya akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu (desil 1-2), melalui sistem pendidikan berasrama berkualitas yang sepenuhnya dibiayai negara.
Hal itu disampaikan HNW, sapaan akrabnya, saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, berdialog dan melihat langsung kegiatan para siswa serta perkembangan pendidikan mereka dari SD hingga SMA. Anak-anak SR pun menyambut HNW dengan sangat antusias, didampingi Kepala Sekolah SMA Ratu Mulyanengsih MPd, Kepala Sekolah SD Regut Sutrasto, serta Ketua Tim Pendamping PKH Jakarta Selatan Mamay.
“Sekolah Rakyat ini bukan hanya memberikan pendidikan berasrama gratis, tetapi juga menunjukkan bagaimana negara hadir melaksanakan Konstitusi, melakukan jemput bola, melalui para pendamping sosial, mencari anak-anak dari keluarga tidak mampu (desil 1-2), kemudian mengedukasi orang tuanya agar bersedia melepas anak-anaknya untuk belajar di Sekolah Rakyat demi kebaikan masa depan anak dan orang tua juga,” ujar Hidayat.
Perkembangan Peserta Didik Sekolah Rakyat
Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri ini menilai, hasilnya sudah mulai terlihat. Meskipun anak-anak tersebut baru dalam waktu 1-2 tahun mengikuti pendidikan di SR, tapi telah terjadi peningkatan baik dari sisi mental, kedisiplinan maupun kemampuan mereka di berbagai bidang.
“Dari yang saya saksikan, perkembangan itu nyata adanya. Anak-anak tampil ceria, yang tadinya tidak bisa berbahasa Inggris, kini dengan percaya diri berbicara dan berdialog dengan bahasa Inggris, mereka juga sudah mulai hafal surat-surat pendek, berani mengikuti kejuaraan, tampil sebagai Paskibraka, tampilkan kesenian daerah, olah suara, pandai mengaji, hingga terlibat di bidang dokumentasi dan media. Ini menunjukkan bahwa program ini bisa berhasil, dan peserta didik memiliki potensi yang ketika diberikan perhatian dan kesempatan akan bisa berkembang,” jelasnya sebagaimana dilansir laman resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.
Hidayat juga mengapresiasi pola pendidikan berasrama yang mengembangkan anak sejak Shubuh melalui shalat berjamaah hingga kegiatan pengembangan diri pada malam hari bersama wali asuh, dengan mengadopsi berbagai praktik pendidikan berasrama yang unggul seperti MAN Insan Cendekia, Pondok Gontor dan SMA Taruna Nusantara.
Dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat
Oleh karena itu, dirinya bersama Komisi VIII DPR RI terus mendukung program ini agar semakin baik dan semakin luas cakupan penerima manfaatnya, termasuk dalam hal dukungan anggaran.
“Dengan anak-anak bisa belajar serius, tekun dan disiplin di SR, kesempatan yang mereka dapatkan hari ini diharapkan mampu mengubah masa depan mereka dan keluarga, agar keluar dari lingkaran kemiskinan dan ketertinggalan yang telah dihadapi, bahkan mungkin lintas generasi. Kesuksesan generasi ini nanti juga semoga bisa turut berkontribusi menghadirkan Indonesia Emas 2045,” tutup Hidayat. [Mohamad Deny Irawan]
























