Ponorogo, Gontornews – Ma’had Al Muqaddasah Li Tahfidzil Qur’an menggelar Haflah Khotmil Qur’an yang ke-23, Ahad (18/10/2026) lalu. Sebanyak 26 santri dan santriwati dinyatakan berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz setelah mengikuti ujian dan tes Khotmil Qur’an.
Ketua Panitia Haflah Khotmil Qur’an, Rizki Nuzul kepada Gontornews.com menjelaskan, peserta Khotmil Qur’an yang ke-23 sebanyak 12 santri dan 14 santriwati dari berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Madiun, Jambi, Ponorogo dan beberapa wilayah lainnya.
Para peserta dinyatakan berhasil menyelesaikan hafalan al-Qur’an 30 juz setelah melalui beberapa ujian dan tes dari masing-masing pembimbingnya, “Dan Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, tahun ini ada sebanyak 26 santri dan santriwati yang mengikuti Haflah Khotmil Qur’an,” katanya.
Haflah Khotmil Qur’an sendiri jelas Rizki, baru diadakan sekitar 6 tahun pasca-Ma’had Al Muqaddasah pertama dibangun.
Haflah Khotmil Qur’an menurut Rizki merupakan apresiasi Ma’had Al Muqaddasah kepada para santri dan santriwatinya yang telah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dan telah diuji. Selain itu juga dimaksudkan sebagai motivasi untuk para santri maupun santriwati yang belum menyelesaikan hafalan 30 juz agar segera menyelesaikan hafalan mereka.
Sementara itu, Pendiri dan Pengasuh Ma’had Al Muqaddasah li Tahfidzil Qur’an, KH Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutan dan nasihat di Haflah Khotimul Qur’an mengatakan di Pondok Pesantren Al Muqaddasah seluruhnya merupakan ibadah dan pendidikan.
“Apa yang ada di Al Muqaddasah ini program kita,” jelas Kiai Hasan.
Kiai juga mengatakan bahwa 26 santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Muqaddasah yang telah menyelesaikan hafalannya 30 juz tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga. Mereka berjuang dalam menghafal setiap ayat-ayat Allah di tengah kesibukan mereka belajar, berorganisasi dan beraktivitas di pondok.
Oleh sebab itu, Kiai Hasan menekankan jika orang tua yang memasukkan anaknya ke Pondok Pesantren Al Muqaddasah ikhlas dan sungguh-sungguh, maka para pengajar dan pondok akan ikhlas dan sungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka, “Dan in syaa Allah jannatuhu (surganya) juga 100 persen sungguh-sungguh,” ujar Kiai Hasan. [Devi]

























