pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 11 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Meluruskan Labelisasi Islam

Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
29 June 2019
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Pascaberakhirnya perang fisik, kini umat Islam harus menghadapi perang nonfisik. Neokolonialisme yang ditandai adanya imperialisme epistemologis telah mengancam sendi-sendi ajaran Islam. Polarisasi multidimensional umat Islam adalah salah satu akibat yang ditimbulkan dari proxy war ini. Kaum munafik berperan besar dalam melancarkan proyek Barat ini.

Epistemologi Islam yang dibangun di atas pilar akidah, kini tengah mendapatkan ancaman yang sangat serius. Penetrasi filsafat hermeneutika telah berhasil masuk ke jantung intelektualitas muslim. Berbagai istilah asing kini menjadi konsumsi kaum muslimin yang pada akhirnya menggerus tiang keimanan dan keislaman.

Perang istilah ini sengaja dihembuskan dengan target mencerabut kaum muslimin dari pemikiran Islam yang murni. Labelisasi Islam makin marak seiring arus liberalisasi di dunia Barat. Ironisnya, kaum intelektual muslim yang sejatinya merupakan penjaga orisinalitas pemikiran Islam, kini ikut masuk dalam situasi kerancuan epistemologis.

Namun perlu dicatat, secara historis, penyematan sifat stigmatis terhadap Islam terjadi sejak zaman Rasulullah. Dalam perjalanan dakwahnya, Rasulullah selalu difitnah dan digelari dengan bermacam sebutan negatif. Rasulullah sebagai orang gila, dukun dan bahkan penyihir (lihat QS As Shafat: 36, Ad Dukhan: 14, Ad Dzariyat: 39, 52 dan Al Qamar: 29).

BACA JUGA

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Sementara di zaman modern, labelisasi terhadap Islam makin subur dan beragam. Meski secara normatif, Islam adalah agama damai dan mendamaikan, namun kini diframing seolah agama intoleran penuh kekerasan. Meski ajaran Islam adalah ajaran penuh kasih sayang kepada seluruh manusia, namun kini Islam dicitrakan seolah sebagai agama bar-bar yang haus perang.

Tidak sampai di situ, kini berkembang istilah-istilah asing yang telah berhasil memecah belah umat Islam. Istilah asing itu di antaranya, Islam liberal, Islam radikal, Islam moderat, Islam fundamentalis dan Islam Nusantara. Hal ini berbeda makna dengan Islam kaffah, rahmatan lil’alamin dan wasatiyah. Istilah-istilah pertama berakar dari epistemologi Barat, sementara istilah kedua berakar dari khasanah Al Qur’an.

Islam tidak mengenal istilah radikal, moderat maupun liberal. Islam ya Islam. Islam adalah agama sempurna yang datang dari Allah dan menjadi petunjuk bagi kehidupan manusia, jika diterapkan secara kaffah akan memberikan rahmat bagi alam semesta dan jika ditinggalkan maka akan menjadikan dunia ini sempit penuh kerusakan. (lihat QS Al Baqarah: 208 dan QS Thahaa: 124).

Bahkan di saat Rasulullah mulai melakukan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar secara terbuka yang dengan tegas mengkritik sistem jahiliah dan menawarkan Islam, Rasulullah dituduh akan memecah belah bangsa Arab. Padahal pada faktanya, sejarah telah membuktikan bahwa Islam justru yang mampu menyatukan bangsa Arab setelah ratusan tahun terjadi perang antar suku dan kabilah.

Monsterisasi ajaran Islam melalui perang istilah (harb al Musthalahat) sebagai radikal, garis keras (hard line) dan membenturkan dengan Islam moderat dan liberal adalah upaya-upaya untuk memecah belah umat Islam sekaligus melumpuhkan kebangkitan pemikiran dan peradaban umat. Barat sangat takut akan kebangkitan umat Islam di seluruh dunia.

Salah satu cara yang digunakan oleh musuh-musuh Islam adalah menjadikan kaum munafik yang haus uang dan jabatan dipakai sebagai pasukan untuk ikut merobohkan sendi-sendi Islam. Kaum munafik mengamini seluruh proyek untuk merusak Islam, dengan imbalan seonggok duniawi. Kaum munafik memang lebih dekat dengan orang kafir demi mengisi perutnya yang lapar. Kaum munafik rela menjual agama kepada orang kafir demi mendapat dunia dunia.

Padahal Islam adalah memang agama dakwah amar ma’ruf nahi munkar kepada seluruh dunia untuk menebar kebaikan dengan cara damai dan rasional. Gerakan dakwah Islam adalah salah satu ciri kaum terbaik yang diberikan Allah. Islam adalah gerakan peradaban, bukan sekedar ritual belaka (QS Ali Imran: 110)

Sejarah Islam, sebagaimana yang pernah ada, merupakan sejarah dakwah dan seruan, sistem dan pemerintahan. Tidak asumsi lain yang dapat diklaim sebagai Islam, atau diklaim sebagai agama ini, kecuali jika ketaatan kepada Rasul direalisasikan dalam satu keadaan dan sistem (Tafsir fi Dhilal al Qur’an, Juz II hlm. 696)

Islam memang agama dakwah dan anti terhadap kezoliman dan penjajahan, meski untuk itu justru dituduh sebagai radikal. Di zaman penjajahan belanda, para ulama pejuang kemerdekaan juga disebut sebagai kaum radikal. Istilah radikal dan moderat memang istilah yang dibuat oleh kaum penjajah untuk melumpuhkan kebangkitan Islam.

Para pejuang seperti Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Laksamana Malahayati, Cik Di Tiro, Panglima Polim, Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nanrenceh, Sultan Hasanuddin, Ranggong Daeng Romo, Kyai Abdullah Sajjad, Sunan Cendana, Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman oleh penjajah belanda dijuluki sebagai kaum radikal. Kata radikal disematkan kepada mereka, sebab mereka tidak mau tunduk kepada penjajah, demi mempertahankan martabat dan kemerdekaan negeri ini. Bagi penjajah, mereka radikal, bagi rakyat mereka adalah pahlawan.

Umat Islam harus menyadari bahwa propaganda dengan pola labelisasi Islam akan berdampak buruk terhadap Islam dan kaum muslimin pada umumnya. Sebab menyebut Islam garis keras sama dengan penyebutan para penjajah dahulu atas muslim yang tidak mau tunduk kepada penjajah.

Perang istilah menurut Ahmad Ibrahim Khidr dalam makalahnya, “ Al Islam wa Harb al Musthalahat”, perang istilah dilakukan dengan dua cara. Pertama, taqbih al hasan, yaitu mencitraburukkan perkara yang baik di dalam Islam. Sebagai contoh, istilah jihad yang merupakan ajaran mulia dicitraburukkan sebagai tindakan terorisme.

Kedua, tahsin al qabih, yakni mencitrakan baik terhadap hal-hal buruk dalam Islam. Contoh kata riba yang dimurkai Allah dicitrakan sebagai fa’idah (manfaat) atau disebut dengan istilah bunga. Dengan istilah bunga, maka kaum muslimin tidak takut lagi bertransaksi ribawi. Bahkan ada kecenderungan tidak mau lepas dari riba, karena dianggap bermanfaat, indah, menguntungkan seperti bunga.

Maka, umat Islam harus mewaspadai perang istilah yang hingga zaman modern ini terus dilancarkan di tengah kehidupan kaum muslimin. Dalam perang istilah ini, ajaran Islam akan makin terdistorsi. Targetnya adalah umat Islam akan kehilangan ilmu dan tsaqafahnya. Dan selamanya kaum munafik akan selalu ada, demi mengisi perutnya yang lapar, merekalah pengkhianat agama Allah sekaligus pelacur intelektual yang rela menjual Islam kepada kaum kafir.

Janganlah pernah berhenti memperjuangkan Islam, meskipun kaum kafir dan munafik akan terus menghadangnya dengan berbagai cara, dari yang paling halus hingga yang paling brutal. Teruslah melangkah maju sebagai pejuang Islam sampai mati, jangan pernah menjadi pecundang dan pengecut. Islam adalah kebenaran, kekafiran dan kemunafikan adalah kesesatan.

Imam Syafi’i berpesan, “Ketika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah, maka berlarilah. Jika sulit bagimu, maka berlari kecillah. Jika kamu lelah berjalanlah. Jika itupun tidak mampu, merangkaklah. Namun, jangan pernah berbalik arah atau berhenti.

Tags: HermeneutikaIslamLabelisasi
Share26Tweet16Send
Previous Post

Sekjen PKS: Kami Tidak akan Tinggalkan Prabowo dan Gerindra

Next Post

80 Orang Terluka Bentrok Polisi Israel dan Warga Palestina

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

0
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

0
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

0
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

0
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

8 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

8 October 2026
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result