Sejarah tercipta. Sejarah baru tercatat di bumi pertiwi. Untuk pertama kalinya, World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) digelar di Indonesia sebagai bagian dari peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Ajang berskala dunia ini diikuti oleh 18.000 peserta dan relawan dari 18 negara, menjadikannya salah satu perhelatan pramuka Muslim terbesar dalam sejarah.
Sepanjang penyelenggaraan, puluhan ribu pengunjung silih berganti memadati area Bumi Perkemahan dan Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta. Pada malam penutupan, tak kurang dari 60.000 orang hadir mengelilingi panggung utama — sebuah rekor luar biasa yang menunjukkan antusiasme masyarakat. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dunia Islam, WMSJ juga menggerakkan perekonomian rakyat. Puluhan hingga ratusan miliar rupiah berputar melalui UMKM, penyedia jasa transportasi, perhotelan, dan kuliner.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan damai. Ini bukti bahwa persaudaraan umat Islam bisa diwujudkan secara nyata dan konstruktif,” ujar Ketua Panitia WMSJ.
Dari Gagasan hingga Kenyataan
Gagasan besar ini lahir dari inisiatif cucu pendiri Gontor, yang kemudian disahkan melalui Surat Keputusan resmi dua tahun lalu. Perjalanan menuju hari H tidaklah mudah. Formasi kepanitiaan sempat berganti hingga tiga kali, sebelum akhirnya menemukan tim yang solid.
Selama enam bulan persiapan intensif, panitia menggelar ratusan rapat, menuntaskan ribuan gelas kopi, dan bekerja hingga larut malam. Tekanan kerja membuat sebagian panitia kehilangan berat badan, dan tak sedikit yang harus menerima protes dari keluarga karena jarang pulang demi memastikan acara berjalan sempurna.
Murni Gotong Royong Tanpa Dana Negara
Yang membuat acara ini semakin istimewa, WMSJ diselenggarakan tanpa menggunakan sepeser pun dana APBN atau APBD. Pendanaan diperoleh dari: Fee peserta; Puluhan sponsor; Kontribusi dan sinergi alumni Gontor yang tersebar di seluruh dunia.
Lebih dari 3.000 relawan turut bergotong-royong dengan semangat ikhlas, memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan sukses.
Buah dari Kaderisasi Panjang
“WMSJ ini sejatinya buah dari kaderisasi panjang Gontor selama hampir satu abad,” tegas panitia. “Ia bukan hanya event, tetapi puncak gunung es dari proses pendidikan para kiai yang melahirkan generasi pemimpin umat.”
Doa pun mengalir deras dari berbagai penjuru. Ratusan kiai, santri, peserta, hingga masyarakat luas memanjatkan munajat agar acara diberkahi. Hasilnya nyata: sebuah jambore dunia yang aman, berkesan, dan membanggakan.
Momentum Layak Dicatat
Dengan capaian ini, WMSJ 100 Tahun Gontor layak masuk Museum Rekor Dunia – Republik Indonesia (MURI) sebagai: Jambore Pramuka Muslim Internasional pertama di Indonesia; Dengan peserta dan relawan terbanyak dari 18 negara; Pengunjung penutupan mencapai 60.000 orang.
Tentang WMSJ
World Muslim Scout Jamboree merupakan ajang silaturahmi, edukasi, dan penguatan karakter pramuka Muslim sedunia. Diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, acara ini menjadi wujud kontribusi nyata Gontor bagi persatuan dan kemajuan umat Islam global. []

























