Yogyakarta, Gontornews — Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bekerjasama dengan Jamaah Masjid Shalahuddin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan seminar pemikiran dan peradaban Islam. Acara yang berlangsung di ruang seminar lantai 2 Perpustakaan Pusat UGM ini dimulai pada pukul 14.00 WIB hingga menjelang Ashar. Meski diadakan siang hari, hal tersebut tidak menurunkan antusiasme civitas akademika UGM untuk mengikuti kegiatan ini. Kurang lebih 250 mahasiswa memenuhi ruangan seminar, Rabu (11/12).
Dalam sambutannya, Dr. Imam Kamaluddin, M. Hum, selaku dosen pembimbing PKU memperkenalkan tiga pemateri dalam seminar ini. Dua di antaranya membahas seputar sustainable dalam bidang pembangunan dan fashion. Dan satu pemateri lainnya mengupas problematika Aliran Kepercayaan di Indonesia.
Ia juga menjelaskan bahwa sustainable development dan fashion sangat berkaitan erat dengan lingkungan, yang dalam Islam disebut dengan bi’ah.
“Dalam Islam, manusia sebagai khalifatullah fil ardhi memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Dekan Fakultas Syariah UNIDA Gontor itu.
Sesi presentasi dimulai oleh Syamsul Badi, S. Ag dengan judul makalah “Problematika Aliran Kepercayaan sebagai Agama Asli Indonesia”. Dilanjutkan oleh Arif Setya Basuki, S. Si yang mengangkat judul “Sustainable Development: Konsep dan Kritik”. Kemudian, Esty Dyah Imaniar, S.S sebagai pemateri terakhir memaparkan makalahnya “Islamic Sustainable Fashion: Sebuah Tawaran Ekologi dan Ekonomi Islam dalam Industri Fashion Global”.
Pemaparan dari ketiga pemateri disambut hangat dengan pertanyaan-pertanyaan audience. Fachri Khaeruddin, S. Ag selaku moderator hanya membuka satu termin pertanyaan. Empat penanya mengajukan pertanyaan dan dilanjut dengan jawaban dari pemateri. Dikarenakan keterbatasan waktu, diskusi hangat ini harus usai saat mendekati adzan Ashar berkumandang.
Sebagai penutup dari berjalannya seminar ini, Ust Hasib Amrullah, M. Ud, mendapatkan kesempatan untuk memberikan epilog. Ia menyampaikan bahwa ada satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus sebelum membahas sustainable dalam bidang pembangunan maupun fashion, membangun worldview (cara pandang) yang sesuai dengan values Islam.
“Sebab kesalahan kita dalam menyikapi alam di luar berawal dari salahnya kita menyikapi alam yang ada dalam diri sendiri,” jelas dosen pembimbing PKU Gontor.
Selepas itu, para peserta PKU bertolak ke penginapan di Asrama Haji Yogyakarta guna melanjukan beberapa aktivitas. [Tauhid Mafaza]





















