Ponorogo, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mengadakan Public Speaking Contest (PSC) antarzona untuk kelas 5 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI). Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter santri dan menanamkan nilai-nilai Pondok Gontor.
“Acara PSC antarzona untuk kelas 5 ini untuk mengukur kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, karena kelas 5 merupakan pengurus rayon/asrama. Mereka sangat berperan penting dalam peningkatan kualitas bahasa anggotanya/santri. Acara PSC ini juga sebagai pendidikan dalam hal berorganisasi,” ujar Ustadz Nanang Nurochim, salah satu staf Public Speaking and Discussion Advisory Council (PUSDAC).
Ada yang beda dari PSC antarzona kelas 5 tahun ini Kamis (10/9), pada tahun sebelumnya acara PSC ini diadakan di gedung Sudan, tetapi tahun ini di gedung Rabithah. Tujuannya agar memudahkan dalam pengontrolan acara dan tidak menggangu ruangan latihan pidato untuk anggota/santri kelas 1-4 KMI.
“PSC antarzona awal tahun ini sebagai seleksi pencarian peserta terbaik di antara banyak peserta, untuk nantinya menjadi peserta lomba final PSC yang akan diadakan di Balai Pertemuan pondok Modern (BPPM) pada akhir tahun,” terang Ustadz Nanang.
Panitia PSC dimotori oleh kelas 5 KMI yang dilantik sejak 2 pekan sebelum acara, mereka berjumlah kurang lebih 200 orang.
“PSC antarzona kelas 5 ini terdiri dari 5 zona, yang berisikan 7 peserta di setiap zonanya. Setiap zona PSC menggunakan tema acara sesuai dengan yang sudah diarahkan oleh pembimbing; zona 1 bertemakan Arabik, zona 2 bertemakan Brazil, zona 3 bertemakan Atlantik, zona 4 bertemakan Eropa dan zona 5 bertemakan Jepang,” tambah Ustadz Pembimbing PUSDAC ini.
Penilaan setiap zona terdiri dari beberapa criteria, seperti: tata letak ruangan, background, kekompakan, keaktifan peserta, dan kedisiplinan waktu.
“Peserta lomba PSC diambil dari setiap kelas dan ruangan latihan pidato, kemudian mereka diseleksi dan diwajibkan untuk menulis i’dad (materi persiapan) serta meminta tanda tangan kepada wali kelas mereka masing-masing, staf PUSDAC, dan bagian pengajaran OPPM Gontor,” papar Ustadz Nanang.
Peserta lomba PSC antar zona kelas 5 hanya diperbolehkan mengunakan 2 bahasa yaitu bahasa Arab dan Inggris. Juri lomba ini diambil dari beberapa ustadz/guru yang memiliki keahlian berbahasa yang baik.
“Pembicara terbaik dinilai dari kecakapan dalam menyampaikan materi, kualitas bahasa, ketepatan waktu dan isi pidato,” tutup Ustadz Pembimbing Latihan Pidato di Gontor ini. [Dinulcahya]






















