Jakarta, Gontornews — Rumbia Aceh, atau orang Aceh menyebutnya boh meuria, merupakan buah khas Aceh yang sudah jarang ditemukan. Buah unik ini memiliki nama ilmiah Metroxylon sagu. Di negeri berjuluk Serambi Mekkah itu, ia juga disebut ‘Salak Aceh’. Dulu, boh meuria sering menjadi ‘buah tangan’ bagi para pelancong.
Buah unik yang satu ini memiliki rasa yang sepat atau kelat, namun ada sensasi manis yang khas ketika menyentuh ujung lidah. Buah ini memiliki kulit yang bersisik dengan warna hijau yang dominan, namun agak kekuning-kuningan. Rata-rata buah ini berdiamater 40 hingga 50 mm.
Kendati dikenal cukup luas, namun tidak mudah menemukan buah jenis ini di Aceh. Boh meuria lebih banyak ditemukan di Kabupaten Aceh Barat. Tepatnya di Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek.
Tumbuhan yang masuk dalam suku palmae atau palem ini memang cocok dengan geografis rawa-rawa berair sungai dan bancah yang ada di kecamatan itu. Sayangnya, di tempat itu, keberadaan boh meuria juga semakin langka.
Boh meuria biasanya ditaruh di tempat khusus, misalnya timba atau ember. Kebanyakan dari buah-buah itu direndam dalam air garam atau air asin. Buah-buah tersebut dijual dengan harga yang bervariasi. Satu kilonya dihargai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Boh meuria yang sudah diasinkan dihargai Rp5 ribu sampai Rp10 ribu per tiga buah.
Boh meuria berbiji dijual lebih mahal karena ia tergolong khusus. Konon, dari 1000 buah boh meuria yang ada di satu pohon, yang berbiji hanya ada 100, demikian keyakinan sebagian masyarakat Aceh.
Rumbia Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Boh meuria mengandung banyak nutrisi, seperti zat besi, serat, kalsium, tiamin, karoten dan juga asam askorbat. Karena itu, dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.
Kandungan karbohidrat dan asam askorbat serta beberapa senyawa organik yang ada di dalamnya baik dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan otot.
Buah ini mengandung kalsium yang baik untuk meningkatkan kepadatan tulang dan tulang gigi serta mencegah berbagai penyakit tulang seperti osteoporosis.
Boh meuria juga baik untuk mengatasi diare, kembung, buang air besar berdarah dan muntah. Selain itu, buah ini tidak cepat meningkatkan kadar gula glukosa dalam darah. Karena itu, aman di konsumsi bagi penderita diabetes.
Sebagai tambahan, dulu, biji boh meuria yang keras dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat mainan tradisional, yaitu gasing oleh anak-anak di Aceh. Selain itu, biji boh meuria sering dijadikan cincin atau liontin.[Fathur]























