Moskow, Gontornews — Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, mempersilakan jajarannya untuk mengembangkan sistem pelacak orang yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19. Mereka disinyalir menggunakan data geolokasi yang terdapat pada ponsel.
Melalui sistem ini, orang-orang akan diberikan informasi apakah mereka telah melakukan kontak dengan pasien terinfeksi. Di lain sisi, otoritas setempat akan mendapatkan informasi yang sama demi memerangi pandemi.
Kementerian Komunikasi Rusia menjelaskan bahwa melalui sistem ini warga akan diberi tahu jika mereka telah berhubungan dengan penderita COVID-19. Setelahnya, pemerintah akan langsung memberikan instruksi kepada pasien yang melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19 untuk mengisolasi diri.
“(Informasi) ini memungkinkan warga menerima informasi melalui telepon bahwa mereka telah berhubungan dengan penderita COVID-19. Mereka juga akan memperoleh pesan relevan untuk memberi tahu agar mengisolasi diri,” jelas pernyataan resmi Kementerian Informasi Rusia kepada Reuters.
Sejauh ini, Rusia mengonfirmasi 438 kasus dengan satu kematian akibat COVID-199. Secara bertahap, Rusia akan memperketat aturan karantina serta mempersiapkan sistem perawatan kesehatan yang memadai. Pemerintah juga telah menangguhkan perjalanan bagi perusahaan asing serta menyarankan agar para karyawan tidak meninggalkan Rusia.
Walikota Moskow, Sergei Sobyanin menginstruksikan warganya yang berusia lebih dari 65 tahun dan penderita penyakit kronis agar tetap tinggal di rumah. Mereka pun hanya diperbolehkan untuk pergi ke apotek atau toko jika sangat diperlukan hingga 14 April mendatang.
“Saya percaya bahwa secara keseluruhan, kami memiliki situasi virus korona yang lebih terkendali,” kata PM Mitshustin.
“Tapi, persiapan-persialan untuk tantangan yang lebih sangat diperlukan,” tambah Mitshustin. [Mohamad Deny Irawan]


















