Caracas, Gontornews — Jenderal Francisco Yanez, kepala perencanaan strategis angkatan udara Venezuela, mengatakan telah menolak Presiden Nicolas Maduro dan mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai kepala negara sementara. Demikian menurut video yang beredar di Twitter pada hari Sabtu (2/2).
Dalam video itu, Jenderal Francisco Yanez, seorang anggota komando tinggi angkatan udara, meminta anggota militer lainnya untuk membelot. Dia juga dilaporkan mengklaim bahwa 90 persen angkatan bersenjata tidak lagi mendukung Maduro.
Halaman web komando tinggi mencantumkan Yanez, bersama dengan sebuah foto, sebagai kepala perencanaan strategis angkatan udara.
Yanez adalah jenderal Venezuela aktif pertama yang mengakui Guaido sejak ia menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari. Ini merupakan pukulan bagi pemerintahan Maduro. [Rusdiono Mukri]


















