Kabul, Gontornews — Tentara Taliban dikabarkan menolak pembicaraan dengan sejulah perwakilan dari Amerika Serikat di Arab Saudi bulan depan. Pembicaraan ini disinyalir sebagai bagian dari perundingan damai yang ditawarkan oleh Amerika Serikat kepada Afghanistan.
Perwakilan dari Taliban, Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan Timur Tengah dijadwalkan bertemu di Uni Emirat Arab pada bulan ini untuk melakukan pembicaraan dalam rangka mengakhiri perang Afghanistan yang telah terjadi selama 17 tahun terakhir.
“Kami akan bertemu dengan pejabat Amerika Serikat di Arab Saudi pada bulan Januari tahun depan. Kami akan memulai pembicaraan tidak lengkap di Abu Dhabi,” ungkap salah seorang anggota Dewan Pimpinan Taliban kepada Reuters.
“Bagaimanapun, kami telah membuat itu semua jelas kepada seluruh pemangku kepentingan bahwa kami tidak akan berbicara pada pemerintah Afghanistan,” tambah pernyataan tersebut.
Sementara itu, Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid memastikan bahwa para pimpinan Taliban tidak akan membuka pembicaraan apapun kepada Pemerintah Afghanistan. Sebaliknya, Talibat disebut-sebut lebih memilih untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat karena menganggap mereka sebagai kekuatan utama di Afghanistan sejak mereka menggulingkan pemerintah Taliban pada tahun 2001 silam.
Upaya diplomatik dalam rangka penyelesaian konflik semakin intensif dilaksanakan setelah perwakilan Taliban menemui utusan AS, Zalmay Khalizad tahun ini. Para pejabat dari pihak yang bertikai telah bertemu setidaknya tiga kali untuk membahas penarikan pasukan internasional serta gencatan senjata pada tahun 2019 mendatang.
Hanya saja, Amerika Serikat dengan tegas menyebut penyelesaian masalah harus diwakili oleh orang Afghanistan.
“Pembicaraan harus dipimpin oleh Afghanistan dan dimiliki oleh orang Afghanistan,” kata seorang ajudan.
“Adalah penting bahwa Taliban mengakui fakta ini,” pungkas sumber tersebut mengakhiri. [Mohamad Deny Irawan]


















