Teheran, Gontornews — Setidaknya 10 penjaga perbatasan Iran tewas dalam serangan semalam oleh kelompok bersenjata tak dikenal di dekat perbatasan dengan Irak.
Insiden itu terjadi di dekat kota Marivan, di daerah Kurdi Iran sekitar 620 km barat ibukota, Teheran, menurut kantor berita Fars.
“Serangan oleh para pemberontak dan teroris terhadap pos perbatasan revolusioner dan ledakan depot amunisi menyebabkan kesyahidan 10 pejuang,” demikian pernyataan Korps Garda Revolusi Islam, seperti dikutip kantor berita Tasnim, Sabtu (21/7).
Pejabat keamanan provinsi Hosein Khosheqbal mengatakan kepada televisi pemerintah, 11 anggota pasukan Basij tewas dalam kekerasan semalam di Marivan. Ia menuduh kelompok oposisi bersenjata Kurdi, Party of Free Life of Kurdistan (PJAK), sebagai pelaku penyerangan.
“Kabar terbaru adalah bahwa Basij [pasukan milisi yang dikuasai pemerintah] dan pasukan Pengawal sedang mengejar para penyerang,” kata Khosheqbal seperti dikutip Aljazeera.
Tidak jelas mengapa ada ketidaksesuaian dalam jumlah korban jiwa yang dilaporkan.
Namun yang pasti, itu adalah jumlah terbesar pasukan Iran yang tewas dalam satu serangan di perbatasan dengan Irak dalam beberapa tahun terakhir. [Rusdiono Mukri]


















