Jakarta, Gontornews — Sebanyak 1.282 pegiat zakat dari organisasi pengelola zakat di 26 negara menjadi peserta dalam Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2020 yang digelar secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Senin (30/11) dan Selasa (1/12).
Selain negara peserta, juga hadir dalam acara ini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Indonesia, akademisi dan peneliti, Lembaga Amil Zakat, organisasi nonpemerintah, perwakilan institusi multinasional, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Konferensi ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden Prof Dr KH Ma’ruf Amin dengan didampingi Sekretaris Jenderal World Zakat Forum, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA. Turut hadir jajaran menteri yang sekaligus menjadi pembicara dalam forum tahunan ini di antaranya Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi SIP SH MH dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati PhD.
Selain itu, hadir pula sebagai narasumber Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed Al-Jadaan bin Abdullah Al Jadaan, Menteri Pembangunan Sosial Kerajaan Yordania, Ayman Riyad Said Al Mufleh, dan Menteri Urusan Islam Republik Maladewa, Dr Ahmed Zahir, dan juga Presiden IDB, Dr Bandar Hajjar.
Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (27/11), Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF) yang juga menjabat sebagai Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA hadir bersama pegiat zakat dunia yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal WZF, Dr Elnur Salihovic (Bosnia) dan Muhammad Lawal Maidoki (Nigeria).
Bambang mengatakan, “Post COVID-19 Economic Recovery: Activating the Role of World Zakat Forum” diangkat sebagai tema utama karena negara-negara anggota WZF berusaha turut memberikan kontribusi yakni dengan menyediakan wadah untuk para pemangku kepentingan zakat dari berbagi pemikiran dan pengalamannya dalam upaya memaksimalkan peran zakat di saat pandemi Covid-19.
“Topik pemulihan ekonomi secara global pascapandemi semakin intensif dibahas di kalangan para ahli. World Zakat Forum 2020 berkomitmen membuka ruang yang signifikan bagi para pemangku kepentingan pengelola zakat dari berbagai negara anggota, untuk memperluas kontribusi zakat ke dalam agenda pemulihan ekonomi ini secara global,” ujar Bambang dalam konferensi pers, Jumat (27/11).
Mengingat meningkatnya kemiskinan akibat pandemi Covid-19, lanjut Bambang, ajang WZF 2020 ini dapat menjadi salah satu solusi dunia, khususnya negara-negara anggota WZF untuk dapat berkontribusi menekan angka kemiskinan karena pandemi dengan memaksimalkan peran zakat.
“Dengan kehadiran para ahli dari berbagai bidang sebagai narasumber untuk berbagi pemikiran dan pengetahuan, dari acara tahunan ini diharapkan dapat merumuskan resolusi WZF 2020 yang dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan zakat di seluruh dunia,” tuturnya.
Selama dua hari ajang WZF 2020 berlangsung, puluhan pembicara menyampaikan paparan mengenai pengelolaan zakat di masa pandemi Covid-19 antara lain Haji Ahmad Shukri Yusoff dari Malaysia, Dr Elnur Salihovic dari Bosnia-Herzegovina, Muhammad Lawal Maidoki dari Nigeria, Azara Abukari Haroun dari Ghana, Azim Kidwai dari Inggris dan tokoh organisasi zakat dunia lainnya.
Sebelumnya Konferensi Internasional WZF 2019 berlangsung di Indonesia dengan menunjuk Kota Bandung sebagai tuan rumah. Konferensi yang digelar pada November 2019 ini diikuti 300 peserta dari 28 negara. Mereka sepakat merumuskan tujuh resolusi dari tema yang diangkat “Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology”. []


















