Beijing, Gontornews — Pemerintah Cina melaporkan 16 kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi pada 18 April. Angka ini sekaligus menjadi yang angka terendah infeksi kasus COVID-19 sejak 17 Maret atau turun dari 27 hari sebelumnya.
Terlepas dari penurunan kasus yang terjadi dan terkonfirmasi, otoritas setempat masih mewaspadai terhadap kemungkinan kebangkitan virus korona di Cina. Pemerintah Cina bahkan mewajibkan seluruh warga Wuhan untuk melakukan tes COVID-19 tambahan andai ingin bepergian ke luar kota.
Fokus utama Pemerintah Cina saat ini adalah penyebaran COVID-19 di Provinsi Heliongjiang yang berbatasan langsung dengan Rusia. Pemerintah melihat adanya lonjakan kasus infeksi di lokasi wilayah perbatasan tersebut.
Komisi Kesehatan Nasional Cina melaporkan sembilan kasus COVID-19 yang terkonfirmasi pada Sabtu (18/4) merupakan kasus impor. Sementara 7 kasus lainnya terkonfirmasi merupakan kasus transmisi lokal.
Secara total, Pemerintah mengonfirmasi 82.735 kasus COVID-19 dengan 4.632 kasus diantarnaya dilaporkan meninggal dunia.
Sejauh ini, Provinsi Heliongjiang melaporkan 39 kasus lokal baru dalam 10 hari terakhir. Angka ini setara dengan 50 persen kasus lokal baru yang dilaporkan dari sejumlah wilayah Cina daratan dalam 10 hari terakhir. Sebagian besar kasus yang terjadi di Provinsi Heilongjiang terjadi di Harbin, ibu kota Heliongjiang.
“Tugas politik terbesar saat ini adalah menghentikan penyebaran epidemi,” kata Wakl Gubernur Heliongjang, Wang Yongkang, kepada Reuters.
Untuk mengatasi wabah ini, Pemerintah Provinsi Heliongjiang meminta warga untuk menghindari pertemuan keluarga, risiko infeksi di rumah sakit serta mempercepat laporan epidemi yang terjadi. [Mohamad Deny Irawan]


















