Sumenep, Gontornews — Di tengah pendemi COVID-19, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, pada Sabtu (20/6) mulai memberlakukan protokol kesehatan untuk menyambut kedatangan para ustadz, pengurus, santriwan, serta santriwati lama dan baru.
“Acara penyambutan kedatangan santri dan pengajar ini akan dilangsungkan mulai tanggal 20-26 Juni 2020,” ujar KH Ahmad Fauzi Tidjani MA PhD, pimpinan dan pengasuh Pondok Al-Amien, kepada gontornews.com. Namun, tambahnya, untuk waktu kedatangan santri baru akan diperpanjang hingga tanggal 1 Juli mendatang.
Beberapa hari sebelumnya, Pondok Al-Amien juga telah melaksanakan simulasi pemberlakuan protokol kesehatan untuk penyambutan santri dan turut bekerjasama dengan menyertakan pengawalan petugas kepolisian setempat. Sehingga acara pun dapat berlangsung tertib dan lancar.
AKBP Deddy Supriadi, Polres Sumenep, menuturkan, “Kami sudah melakukan pengecekkan secara konsep dan memastikan kesiapan daripada kedatangan dan disimulasikan.”
Selain ikut mengontrol prosesi tersebut, Kapolres Sumenep juga menyerahkan bantuan berupa peralatan protokol kesehatan, seperti hand sanitizer, alat pelindung diri, dan bak tempat cuci tangan.
Dalam prosedur protokol kesehatan yang ditetapkan di Pondok Al-Amien, pengurus setempat mengharuskan para santri yang datang untuk memakai masker. Selain itu dilakukan pula penyemprotan barang bawaan dan kendaraan yang ditumpangi. Ketika proses registrasi, santri diminta untuk membasuh tangan, masuk ke ruang disinfektan, diukur suhu tubuh, dan dicek tensi darah. Jika ditemukan santri yang kondisi kesehatannya lemah, maka santri akan dinaikkan ke mobil ambulance dan dibawa ke rumah sakit.
“In syaa Allah sejak di rumah masing-masing, mereka telah dikirimi maklumat persyaratan kembalinya santri ke sini,” tambah KH Fauzi.
Para santri juga telah diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dan menyertakan pernyataan surat dari orangtua/wali yang telah ditandatangani dan bermaterai. “Kemudian santri juga diminta untuk menyiapkan surat keterangan sehat ketika tiba di Pondok Al-Amien,” pungkas putra almarhum KH Mohammad Tidjani Djauhari MA tersebut. [Edithya Miranti]



















