Pembebasan Damaskus dimulai pada 634 M di bawah perintah Khalifah Abubakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khatthab. Pada masa ini, Islamisasi wilayah Suriah mencapai puncaknya. Kemudian pada 661 M, Damaskus memulai sejarah barunya sebagai pusat pemerintahan umat Islam, di mana Mu‘awiyah bin Abu Sufyan mendirikan Dinasti Umayyah dan menetapkan Damaskus sebagai ibukota pemerintahan.
Di ibukota negara ini pula berdiri salah satu masjid bersejarah yakni Masjid Umayyah atau Masjid Agung Damaskus yang menjadi salah satu saksi bisu perkembangan kekhalifahan Islam. Masjid Agung Damaskus dibangun megah dan terbesar pada masanya. Pembangunannya melibatkan para pengukir dan pemahat Koptik, Persia, India hingga Bizantium.
Menurut beberapa sumber, Masjid Agung Damaskus ini adalah masjid pertama di dunia yang memiliki bangunan menara secara permanen dan menjadikannya sebagai bagian dari arsitektur masjid. Di dalam komplek Masjid Agung Damaskus terdapat makam-makam penting yang mewarnai sejarah perjalanan Islam, antara lain makam Nabi Yahya AS dan makam Panglima Islam, Shalahuddin al-Ayyubi.
Berabad-abad berdiri, Masjid Agung Damaskus sudah beberapa kali renovasi dan perbaikan karena kebakaran, yakni pada tahun 1069, 1401 dan 1893.Tahun 1340 dan 1488, Khalifah Khalid bin Walid pernah merekonstruksi menara yang berada di sudut tenggara masjid.
Tak hanya itu, Damaskus juga dipercaya oleh sebagian besar umat Muslim sebagai tempat bakal turunnya Nabi Isa AS. Setelah Dajjal muncul dan melakukan perusakan dan penghancuran di muka bumi, Allah mengutus Isa ‘alaihissalam untuk turun ke bumi, di menara Putih di timur Damsyiq, Suriah, untuk menumpas Dajjal. “Kiamat kubro akan muncul setelah Nabi Isa beserta Imam Mahdi datang. Nabi Isa nanti akan muncul di Damaskus, di menara Putih di Damaskus,” jelas Dr Akhsin Sakho Muhammad kepada Gontornews.com.
Dalam keterangan lain seperti Shahih Muslim, dalam Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa‘ah, Bab Dzikr ad-Dajjal 18: 67-68 dijelaskan ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara Putih di sebelah timur Damsyiq (Damaskus) dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.
Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara Putih bagian timur Damsyiq (Damaskus). Beliau turun di menara Putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur.
Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini.” [M Khaerul Muttaqien/Rus]






















