Jakarta, Gontornews — Koperasi Syariah 212 muncul dengan semangat berjamaah, dan amanah untuk melahirkan izzah (kemuliaan) umat. Ketua Dewan Ekonomi Syariah 212 Syafi’i Antonio menjelaskan, fokus Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) awalnya adalah penegakan keadilan.
Tapi kemudian muncul keinginan dan kekuatan untuk berdaya dari sisi ekonomi.
”Apa yang muncul saat ini adalah agar sumberdaya dan potensi ekonomi jadi padu padan yang rahmatan lil alamin tapi kita tidak menjadikan orang-orang di luar ini sebagai musuh,” kata Syafi’i mengawali peluncuran Koperasi Syariah 212 di Masjid Andalusia, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (6/1).
Statistik menunjukkan, satu persen penduduk di Indonesia menguasai 50 persen aset bangsa. Kehadiran Dewan Ekonomi Syariah 212 dan Koperasi Syariah 212 adalah upaya awal untuk menggerakkan potensi umat yang selanjutnya ke skala makro.
Semangat Koperasi Syariah 212 ada pada tiga hal yakni semangat berjamaah, semangat amanah karena koperasi ini harus punya tata kelola bagus, transparan, dan bisa diaudit sehingga nantinya melahirkan kemuliaan (izzah) dengan kecukupan pada level individu dan mandiri ekonomi pada skala umat. [M Khaerul Muttaqien/Rus]
























