Suriah merupakan salah satu bagian dari Negeri Syam yang memesona sejarahnya. Negeri ini banyak menyimpan jejak sejarah peradaban manusia. Bahkan keistimewaan wilayah bagian negeri Syam itu disebutkan dalam al-Qur’an dan Hadis.
Republik Arab Suriah adalah negara yang terletak di Timur Tengah dengan Turki di sebelah utaranya, Irak di sebelah timurnya, Laut Tengah di baratnya dan Yordania di sebelah selatannya. Salah satu ulama Syam, Imam Izz bn Abd as-Salam dalam Targhib Ahl Islam fi Sukna Bilad as-Syam menafsirkan kalimat, “Bumi yang Kami telah berkahi” dalam QS al-Anbiya: 71 dan kalimat “Kami berkati sekitarnya” dalam QS al-Isra: 1 dengan negeri Syam yang termasuk di dalamnya adalah Suriah.
Selain itu Imam Hasan Basri dan Qatadah menakwilkan kata bumi dalam QS al-A’raf: 137 dengan bagian timur dan bagian barat bumi adalah Syam.
Penegasan keutamaan Syam secara tegas juga disampaikan oleh Rasulullah SAW. Nabi Muhammad pernah berdoa meminta berkah untuk negeri ini dan berharap agar penduduk Syam dihindarkan dari keburukan dan musibah.
Dalam sebuah Riwayat Imam Bukhari menyebutkan, penduduk Syam senantiasa berada di atas al-haqq yang dominan hingga datang kiamat. “Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: Dan mereka adalah penduduk Syam.”
Dan masih banyak riwayat lain yang menjelaskan tentang Syam, seperti Syam adalah benteng terakhir perang dahysat akhir zaman (HR Ahmad), dikaruniai pasukan terbaik, dan menjadi lokasi turunnya Nabi Isa AS (HR Muslim), dan di negeri inilah kelak Dajjal akan menemui ajalnya (HR Ahmad).
Syam yang meliputi Suriah, kata Imam al- Waqidi dalam The Islamic Conquest of Syria adalah rumah bagi kebanyakan Rasul. Suriah juga banyak menghasilkan pendekar-pendekar hebat seperti as-Sultan Nurrudin dan para martir seperti ash-Syaikh Abdullah al Azzam.
Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya Encyclopedia of Islamic Civilization menyebutkan Suriah merupakan kawasan penting di hati Rasulullah SAW. Sebelum berada di kekuasaan Islam, Suriah dikuasai oleh Bizantum dan pembebasan Suriah oleh pasukan Muslim bermula dari ekspedisi ke selatan Suriah pada tahun 629 M di saat Nabi Muhammad SAW masih hidup.
Pembebasan Suriah dan Damaskus sesungguhnya tidak terlepas dari ambisi kerajaan Romawi untuk merampas wilayah Islam sekaligus karena kekejaman orang-orang kaisar Heraklius yang telah melakukan penangkapan dan pembunuhan utusan Rasulullah. Dari situlah meletus perang Mu’tah yang merupakan perang pertama antara Islam dan Romawi serta menjadi pintu gerbang menuju penaklukan ke negeri Kristen. [M Khaerul Muttaqien/Rus]




















