Van, Gontornews — Tujuh personil keamanan tewas setelah pesawat pengintai mereka jatuh di sebuah gunung di Provinsi Van, Turki.
“Tim kami telah memberi tahu bahwa kami telah kehilangan tujuh pahlawan, dua di antaranya pilot,” kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu kepada wartawan di Van, Kamis (16/7).
Pesawat itu jatuh di ketinggian 2.200 meter (7218 kaki) di Gunung Artos, tambah Soylu.
Pesawat lepas landas dari Bandara Van Ferit Melen pukul 6.35 malam waktu setempat (1535GMT).
Pesawat model 2015 ini ditugasi untuk pengintaian dan pengawasan di Provinsi Van dan Hakkari sejak Senin, kata Soylu dikutip Hurriyetdailynews.com.
Dia mengatakan pilot menghubungi menara untuk terakhir kalinya ketika mereka berada di sekitar distrik Başkale pukul 10.32 malam (1932GMT).
Sekitar pukul 10.45 malam (1945GMT), radar dan komunikasi benar-benar hilang, tambahnya.
Soylu kemudian tiba di wilayah tempat pesawat itu jatuh.
Menurut Direktorat Jenderal Keamanan, berikut nama-nama kurban itu: Inspektur polisi Gökhun Mete Altunbaş, sub-inspektur Samet Üstüner, sub-inspektur Irfan Aydoğan, sub-inspektur Semih Güzelay, petugas polisi Mustafa Keskin, petugas polisi Onur Ramazan Bayram dan petugas kepolisian Burak Derya. Altunbaş dan Üstüner merupakan pilot pesawat, sementara Keskin teknisi penerbangan.
Sementara itu, dua personil polisi khusus tewas di Provinsi Siirt, Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan pada 16 Juli.
Kementerian itu mengatakan pasangan itu meninggal di sebuah rumah sakit setelah mengalami luka-luka saat operasi anti-teror 15 Juli di Distrik Pervari, Siirt.
Empat personil polisi khusus terluka selama operasi. Dua dari yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Militer Şırnak. []





















