Madrid, Gontornews — Mantan Raja Spanyol, Juan Carlos, dikabarkan meninggalkan istana, Senin (3/8). Keputusan ini diambil setelah jaksa Spanyol dan Swiss mulai mengungkap tuduhan suap yang terjadi atas proyek pembangunan kereta cepat di Spanyol.
Namun, pihak Istana membantah dugaan tersebut serta menyebut Juan Carlos pergi dari Istana untuk mencari ketenangan. Putra Juan Carlos, Raja Felipe, mengonfirmasi surat yang ditinggalkannya kepada Istana.
“Dipandu oleh keinginan saya untuk melayani warga, lembaga dan sebagai raja Spanyol, saya memberi tahu anda tentang keputusannya meninggalkan Istana saat ini,” ungkap Raja Felipe kepada Reuters.
Raja Felipe mengapresiasi langkah Juan Carlos atas keputusannya meninggalkan Istana. Bagi Raja Felipe, Juan Carlos berperan penting dalam proses demokratisasi di Spanyol.
Sebagaimana diketahui, Juan Carlos naik tahta sebagai Raja Spanyol pada 1975 pasca kematian Jenderal Fransisco Franco. Jenderal Franco sangat terhormat karena perannya dalam membantu Spanyol keluar dari kediktatoran menuju demokrasi.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Juan Carlos menurun drastis akibat serangkaian skandal yang mendorongnya mundur pada 2014. Laporan yang diterima media-media Spanyol mengabarkan jika Juan Carlos berada di sebuah resort di Lisbon Portugal.
Pengacara Juan Carlos, Javier Sanchez-Junco, mengatakan Juan Carlos berulang kali menolak untuk mengomentari tuduhan korupsi. Sejatinya, Raja Spanyol memiliki kekebalan hukum selama ia menjalani pemerintahan. Namun, sejak turun pada tahun 2014, Juan Carlos rentan menghadapi permasalahan hukum.
Warga Spanyol, sejatinya, berharap agar Juan Carlos tetap di Spanyol. Wakil Perdana Menteri Spanyol, Pablo Iglesias mengatakan bahwa, seharusnya, Juan Carlos tetap berada di Spanyol.
“Penerbangan Juan Carlos de Borbon ke luar negeri merupakan tindakan yang tidak layak dilakukan bagi mantan kepala negara. Kepergiannya meningalkan kerajaan dalam posisi yang sangat kompromistis,” kata Iglesias.
Tak hanya Iglesias, sejumlah warga mengapresiasi jasa Juan Carlos dalam proses demokratisasi di Spanyol. “Orang ini telah melakukan banyak hal untuk Spanyol. Terlepas dari momen kegelapan ataupun cerah ia alami, tentu saja, ia telah melakukan lebih banyak kebaikan ketimbang sesuatu yang membahayakan,” kata seorang pensiunan, Pilar Romero. [Mohamad Deny Irawan]




















