Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, memperingatkan seluruh negara agar warganya mematuhi protokol kesehatan. Pernyataan ini disampaikan menyusul belum pastinya ketersediaan vaksin Covid-19.
Sejauh ini, WHO mencatat pengujian vaksin baru mencapai fase ketiga sehingga vaksin Covid-19 versi sempurna belum ada hingga saat ini.
Lebih dari 18,14 juta orang terinfeksi penyakit yang muncul di Wuhan, Cina ini. Sementara 688.080 orang dari seluruh dunia dikabarkan meninggal akibat Covid-19.
Karenanya, WHO menghimbau agar negara-negara menerapkan aturan ketat untuk menegakkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker, menjaga jarak sosial, mencuci tangan hingga melakukan pengujian Covid-19.
“Pesan kami kepada Pemerintah dan masyarakat jelas: “lakukan semua (protokol kesehatan),” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebagaimana dilansir Reuters.
“Sejumlah vaksin yang diuji saat ini memasuki fase uji klinis fase tiga. Kami berharap sejumlah vaksin efektif dalam mencegah orang dari infeksi Covid-19. Namun, tidak ada ‘peluru perak’ yang ada saat ini dan mungkin tidak pernah ada,” tambah Tedros.
Tedros juga mengonfirmasi bahwa belum ad pandemi besar sepanjang abad 20 sebelum akhirnya Covid-19 merebak. Kebutuhan dunia internasional terkait vaksin Covid-19 saat ini pun belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Kedaruratan WHO, dr Mike Ryan, meminta negara-negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia untuk melakukan pengaturan ulang guna membendung penyebaran Covid-19. Ryan mengonfirmasi negara-negara seperti India, Brazil untuk meningkatkan komitmen dalam menanggulangi Covid-19
“Jalan keluarnya panjang dan membutuhkan komitmen yang berkelanjutan,” kata Ryan.
“Beberapa negara bahkan harus mengambil langkah mundur dan melihat bagaimana mereka menangani pandemi di wilyah perbatasan mereka,” tutup Ryan. [Mohamad Deny Irawan]






















