Washington, Gontornews — Setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain, Sudan bersiap untuk melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menginisiasi upaya normalisasi hubungan antara Israel dan Sudan.
Keputusan Trump untuk mencabut Sudan dari daftar negara sponsor terorisme menjadi ‘senjata’ Amerika Serikat dalam meloloskan upaya normalisasi hubungan diplomatik Israel-Sudan.
“Para pemimpin setuju untuk melakukan normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel serta mengakhiri kondisi perang antar mereka,” demikian sebuah pernyataan bersama tiga negara, Amerika Serikat, Sudan dan Israel.
Israel, sebut Reuters, bersama Sudan telah memulai pembicaraan awal dengan membuka kembali hubungan ekonomi dan perdagangan. Seorang pejabat senior AS, yang enggan disebut namanya, menyebut normalisasi hubungan diplomatik, secara resmi, antara Israel dan Sudan hanya tinggal menunggu waktu saja.
Trump menjelaskan bahwa selain menginisiasi pembicaraan tiga negara, AS juga menyebut ada lima negara lain yang hendak memperbaiki hubungan diplomatik dengan Israel.
“Menurutmu, apakah ‘Sleepy Joey’ dapat membuat kesepakatan semacam ini?” kata Trump bertanya kepada Netanyahu. ‘Sleepy Joey’ merupakan sindiran bagi kandidat Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang menjadi pesaing Trump dalam pemilihan Presiden AS.
“Satu hal yang dapat saya sampaikan kepada anda adalah kami menghargai bantuan perdamaian dari siapapun di Amerika,” jawab Netanyahu.
Trump menjelaskan bahwa, sejatinya, masyarakat Palestina juga hendak melakukan sesuatu namun tidak pernah memberikan bukti.
Para pemimpin Palestina menyebut normalisasi hubungan diplomatik yang dilakukan sejumlah negara Arab dengan Israel merupakan pengkhianatan.
Seorang pejabat senior Palestinian Liberation Organization (PLO) mengutuk kesepakatan normalisasi Sudan-Israel. Bagi PLO, kesepakatan tersebut bak sebuah tikaman baru dari belakang bagi masyarakat Palestina. [Mohamad Deny Irawan]



















