Rabat, Gontornews — Maroko telah memesan 65 juta dosis vaksin virus corona baru, ketika kerajaan di Afrika Utara itu bersiap untuk meluncurkan kampanye vaksinasi yang menargetkan 25 juta orang, Kamis (24/12).
“Persiapan telah mencapai tahap yang sangat maju,” kata Menteri Kesehatan Khalid Ait Taleb dalam sebuah pernyataan tentang rencana peluncuran itu, seperti dikutip Arabnews.com.
“Survei lapangan yang mencakup semua tahap proses vaksinasi warga telah dilakukan.”
Sumber pemerintah mengonfirmasi kepada AFP bahwa Maroko telah memilih vaksin China Sinopharm dan British AstraZeneca, yang keduanya membutuhkan dua suntikan.
Belum diketahui tanggal kedatangan vaksin dan dimulainya vaksinasi.
Pemberian vaksinasi pertama-tama akan menargetkan staf garis depan di sektor kesehatan, keamanan dan pendidikan, serta orang-orang yang rentan dan lanjut usia, sebelum diperluas ke seluruh populasi.
Raja Mohammed VI telah memutuskan bahwa vaksin akan diberikan secara gratis.
Maroko, negara berpenduduk sekitar 35 juta orang, secara resmi mencatat lebih dari 425.000 kasus virus korona baru dan 7.130 kematian.
Pada hari Rabu, pihak berwenang memberlakukan jam malam tiga pecan secara nasional.
Acara-acara pertemuan telah dilarang. Restoran, kafe, toko dan department store telah diperintahkan untuk tutup mulai pukul 8 malam.
Di kota-kota besar Casablanca, Marrakesh, Agadir dan Tangier, restoran tutup selama tiga pecan.
Maroko telah memperpanjang keadaan darurat kesehatan masyarakat hingga 10 Januari 2021. []



















