Nairobi, Gontornews — Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika mengonfirmasi temuan virus Covid-19 varian baru di Nigeria, Kamis (24/12). CDC pun menginstruksikan jajarannya untuk menyelidiki lebih lanjut tentang temuannya tersebut.
Informasi CDC Afrika ini muncul setelah Inggris dan Afrika Selatan melaporkan varian baru virus SARS-Cov-2. Varian baru virus ini diduga sangat menular ketimbang virus korona yang menyebar sebelumnya. Akibat temuan ini, sejumlah negara memberlakukan pembatasan perjalanan baru serta membuat pasar bergejolak.
“Itu adalah garis keturunan terpisah dari Inggris dan garis keturunan Afrika Selatan,” ungkap Direkktur CDC Afrika, John Nkengasong, dalam konferensi pers yang dikutip Reuters.
“Yang kami lihat di Nigeria ini berdasarkan pada data yang terbatas memiliki mutasi 501,” imbuh Nkengasong. Pernyataan Nkengasong mengacu pada varian Covid-19 yang disebut 501.V2 yang diidentifikasi oleh Afrika Selatan pada 18 Desember lalu.
Nkengasong mengatakan CDC Nigeria dan the African Center of Excellence for Genomics of Infections Disease di Nigeria akan mempelajari lebih banyak sampel yang teridentifikasi. Hasilnya, mereka mengidentifikasi bahwa temuan virus tersebut memiliki urutan genom dari varian baru. Meski demikian, CDC Nigeria belum menanggapi temuan yang dikonfirmasi Nkengasong tersebut.
Berbeda dengan sejumlah negara Afrika lainnya, Nigeria merupakan negara Afrika yang melaporkan lebih sedikit kasus penularan Covid-19. Namun, pada Rabu (23/12), Nigeria melaporkan lebih dari 1.000 kasus harian untuk pertama kalinya. Secara total, kasus Covid-19 di Nigeria telah mencapai lebih dari 80.000 kasus. [Mohamad Deny Irawan]



















