New Delhi, Gontornews — Dewan Riset Medis India (Indian Council of Medical Research/ICMR) mengatakan bahwa jumlah kasus infeksi Covid-19 yang faktual lebih tinggi ketimbang informasi yang selama ini telah beredar. ICMR, Rabu (3/2/2021), mencatat bahwa satu dari empat warga India mungkin telah terinfeksi virus korona.
Sebagai informasi, India melaporkan lebih dari 10,8 juta kasus infeksi Covid-19, tertinggi kedua setelah Amerika Serikat. Namun, ICMR melakukan survei dan menunjukkan bahwa kasus infeksi Covid-19 sebenarnya mungkin telah melampaui 300 juta kasus.
Sedianya, ICMR akan merilis informasi temuannya tersebut pada Kamis (4/2/2021) waktu setempat. Belum jelas, berapa jumlah peserta survei yang diselenggarakan oleh ICMR tersebut.
Sebuah survei yang dilakukan sepanjang Agustus-September menggunakan lebih dari 29.000 sampel darah warga berusia lebih dari 10 tahun. Melalui survei tersebut, ICMR menyimpulkan bahwa satu dari 15 warga India telah memiliki antibodi Covid-19. Angka tersebut melonjak menjadi satu dari enam saat survei melewati pemukiman warga padat penduduk di perkotaan.
Sementara pemerintah India merilis bahwa setengah dari 20 juta penduduk India mungkin telah terinfeksi Covid-19.
Reuters melansir informasi yang menyebut Pimpinan perusahaan diagnostik Thyrocare Technologies melansir 55 persen populasi India telah terinfeksi Covid-19.
Badan kesehatan dunia, WHO, mengatakan setiap negara memerlukan 60 sampai 70 persen populasi demi membentuk kekebalan komunal atau herd immunity.
India telah melaporkan penambahan 11.039 kasus infeksi baru pada Rabu. Pun dengan angka kematian yang bertambah 110 kasus seraya menjadikan total kasus kematian menjadi 154.596 kasus.
India juga telah menerapkan kampanye vaksinasi Covid-19. Pemerintah India menargetkan lebih dari 4 juta warga menjalani vaksinasi dalam 18 hari. Mereka menargetkan 300 juta warga harus menjalan ivaksinasi pada Agustus mendatang. [Mohamad Deny Irawan]


















