Jakarta, Gontornews— Tahun ini Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam akan mengirim Guru PAI ke wilayah perbatasan negara serta kawasan tertinggal. Sebanyak 40 guru akan disiapkan. Mereka terdiri dari para pendidik yang berlatar belakang Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Gerakan Pramuka saat menempuh studi S1.
Dikutip kemenag.go.id, Direktur PAI, Dr Imam Safei mengatakan para guru yang berlatar belakang Menwa dan Pramuka dipandang mempunyai bekal wawasan kebangsaan yang cukup untuk mengajar, di samping tentu saja kompetensi keguruan dan ilmu pendidikan.
Selain itu, Direktorat PAI juga akan mulai memberdayakan program PAI di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Menurutnya saat ini ada 14 SILN di Luar Negeri. “Kita akan melakukan pembinaan terhadap guru-guru Agama Islam di SILN dan di tingkatkan kompetensinya baik secara isi kurikulum PAI maupun metodologinya,” ujarnya.
Dikatakan Imam, program ini cukup mendasar, tidak hanya karena amanat UU Sistem Pendidikan Nasional bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajar oleh pendidik yang seagama. Lebih dari itu, mereka yang belajar di SILN juga generasi bangsa yang harus diajarkan wawasan keagamaan dan kebangsaan yang baik pula. (M Khaerul Muttaqien)




















