Abuja, Gontornews — Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, Sabtu (6/3/2021), menjalani program vaksinasi Covid-19. Presiden Buhari berharap aksi permisalan ini dapat meningkatkan kepercayaan publik Nigeria untuk menjalani program vaksinasi secara nasional.
Pemerintah Nigeria menargetkan 80 juta warganya untuk menjalani program vaksin sepanjang tahun 2021. Sementara secara total, Nigeria menargetkan penyuntikan vaksin kepada 200 juta warga sebagai kunci untuk membendung penyebaran Covid-19.
Tetapi, petugas kesehatan berisiko mengalami hambatan dengan buruknya infrastruktur jalan nasional dan sejumlah area tanpa hukum. Tidak hanya itu, sejumlah negara bagian Nigeria tidak memiliki bandara, akses perjalanan kereta api pun sangat terbatas. Belum lagi, pemerintah yang terus mendorong agar masyarakat percaya terhadap vaksin.
“Sebagi demonstrasi kepemimpinan dan meyakinkan keamanan dan kemanjuan vaksin, saya telah menerima suntikan pertama. Saya ingin memuji semua warga Nigeria yang memenuhi syarat untuk melakukan hal yang sama sehingga kami dapat terlindung dari virus,” kata Presiden Buhari kepada Reuters.
“Vaksin menawarkan harapan bagi negara agar aman dan terbebas dari virus korona,” imbuhnya.
Sejauh ini, Nigeria melaporkan 158.042 kasus Covid-19 dengan 1.954 kematian. Pemerintah menargetkan 40 persen warga menjalani vaksinasi pada tahun 2021. Sementara 30 persen lainnya pada tahun 2022.
“Saya mendesak warga Nigeria untuk tidak mendengarkan teori konspirasi apapun,” kata ketua gugus tugas Covid-19 Nigeria, Boss Mustapha.
Nigeria memperoleh kiriman 3,92 juta dosis vaksin Oxford-AstraZeneca pada Selasa (2/3/2021) melalui skema COVAX. Skema COVAX dipimpin oleh GAVI, aliansi vaksin, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF sebagai mitra pelaksana. [Mohamad Deny Irawan]




















