Jeddah, Gontornews — Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan, lebih dari 2 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di 500 lokasi yang tersebar di Negara itu.
Jurubicara kementerian Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan, keputusan sejumlah negara Eropa mencabut vaksin Oxford-AstraZeneca dilakukan sementara untuk memastikan keamanannya. “Ini tindakan sementara dan pencegahan yang biasa dilakukan terhadap vaksin untuk memastikan keamanannya,” ujarnya dikutip Arabnews.com.
“Kami meyakinkan Anda bahwa sejumlah negara ini telah kembali menggunakannya setelah terbukti aman,” tweetnya. “Kami mengonfirmasi bahwa vaksin di Kerajaan Saudi aman dan efektif.”
Kementerian mengumumkan 351 infeksi baru pada hari Sabtu, meningkatkan jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 382.059.
Dari kasus-kasus baru itu, sebanyak 175 kasus terjadi di Riyadh, 74 kasus di Provinsi Timur, dan 42 kasus di Mekkah. Wilayah Perbatasan Utara dan Jazan masing-masing melaporkan tiga kasus, sementara Najran dua kasus dan Baha hanya melaporkan satu kasus baru.
Jumlah total pemulihan di Kerajaan Saudi meningkat menjadi 372.456 setelah 239 pasien lagi pulih dari virus. Tingkat pemulihan di negara itu 97,48 persen.
Sementara tujuh kematian akibat COVID-19 dilaporkan pada hari Sabtu (13/3), meningkatkan jumlah kematian menjadi 6.563, Saudi Press Agency melaporkan.
Saat ini di Saudi terdapat 3.040 kasus aktif, dan 553 di antaranya dalam kondisi kritis. []



















