Bogor, Gontornews – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama Leuwiliang sukses menggelar kegiatan Pesantren Wisuda bagi para siswa kelas 9. Kegiatan religius dan edukatif ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Juni 2026, di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah, Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Sebanyak 45 siswa dan siswi kelas 9 mengikuti jalannya acara dengan khidmat. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerima berbagai materi pembekalan berharga yang disampaikan langsung oleh jajaran guru, pengurus yayasan, perwakilan wali murid, hingga alumni.
Salah satu momen pembekalan yang menyentuh hati disampaikan oleh Uni Suherti, S.Pd.I, selaku perwakilan wali murid dari M Fathir Al Wahabb (kelas 9A). Dalam pemaparannya, Ketua Forum Orangtua Siswa (FOSIS) SMPIT Insantama Leuwiliang ini mengingatkan para siswa mengenai hakikat kesuksesan seorang Muslim.
“Menurut Islam, versi terbaik diri itu bukan yang paling kaya, paling cantik atau ganteng, atau yang paling banyak followers-nya. Tetapi mereka yang bertakwa, paling dekat dengan Allah SWT dan Rasul-Nya, serta paling bermanfaat untuk orang lain,” ujar Uni Suherti.
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga indikator utama untuk menjadi versi terbaik seorang Muslim, yaitu: Pertama, paling baik akhlaknya: senantiasa menjaga lisan, bersyukur, sabar, pemaaf, dan penuh rasa hormat. Kedua, paling bermanfaat untuk orang lain: berbakti kepada orangtua, menolong sesama, gemar berbagi, dan saling mengingatkan dalam kebaikan (dakwah). Ketiga, paling cepat bertobat dan selalu berusaha memperbaiki diri.
Uni Suherti juga menekankan betapa besarnya keutamaan berbakti kepada orangtua bagi masa depan para siswa yang akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Allah tidak pernah menyia-nyiakan anak yang tulus mengabdi kepada ayah dan ibunya. Sebab sesungguhnya, berbakti kepada orangtua bukan sekadar kewajiban, tapi jalan lapang menuju ridha Allah dan keberkahan hidup di dunia serta akhirat,” tegasnya di hadapan puluhan siswa.
Pesan Penting untuk Calon Alumni
Sebagai penutup pembekalan, Ketua FOSIS menitipkan lima pesan penting yang diharapkan menjadi pedoman hidup bagi siswa-siswi yang akan segera menyandang status sebagai Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang: Pertama, jaga ibadah: konsisten dalam mendirikan shalat wajib dan sunnah, serta ibadah puasa. Kedua, tetap berpakaian syar’i: menjaga kehormatan diri dengan tetap mengenakan pakaian sesuai syariat, baik bagi siswa maupun siswi.
Ketiga, jaga pergaulan: memegang prinsip “Ngaji YES, Pacaran NO”. Keempat, jaga nama baik almamater: menjadi duta kebaikan sekolah di tengah masyarakat. Kelima, jaga silaturahmi: tetap menjalin hubungan baik dengan para guru dan teman-teman seperjuangan.
Melalui kegiatan Pesantren Wisuda ini, SMPIT Insantama Leuwiliang berharap para lulusannya tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki mentalitas pemenang yang berkarakter islami, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi positif bagi umat dan bangsa. []



















