Jakarta, Gontornews — Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mendukung rencana forum internasional Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. Menurut JK, pertemuan yang dihadiri ratusan pimpinan pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam dan pakar pendidikan dari negara di lima benua tersebut perlu berfokus pada pengembagan pendidikan karakter demi menjawab tantangan generasi mendatang.
JK juga mengapresiasi langkah Pondok Modern Darussalam Gontor yang mulai menyusun peta jalan pendidikan untuk 100 tahun ke depan sebagai terobosan dalam pengembangan pendidikan nasional maupun internasional.
Sebagai informasi, acara yang masuk dalam rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini rencananya akan diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta, 5-6 September 2026 mendatang.
“Saya mendukung acara GIHES. Gontor berpikir untuk ke depan, (bahkan) 100 tahun ke depan,” kata Jusuf Kalla, Sabtu (15/8/2026).
“(Forum GIHES) ini merupakan terobosan luar biasa dalam dunia pendidikan nasional maupun internasional,” sambungnya sebagaimana dilansir Antara.
Lebih lanjut, dukungan JK terhadap acara GIHES tidak lepas dari jalinan kuat hubungan batin antara keluarga besar Jusuf Kalla dengan Pondok Modern Darussalam Gontor. Haji Kalla, ayah Jusuf Kalla, bahkan memiliki kepercayaan besar terhadap sistem pendidikan Gontor sejak lama.
“Bagi saya dan keluarga, terutama almarhum ayah saya, Gontor selalu menjadi harapan. Tahun 1970-an, waktu ayah saya masih hidup, beliau yakin bahwa sekolah terbaik itu hanya satu, yaitu: Gontor,” ucap JK.
“Itulah mengapa adik-adik dan keponakan saya banyak yang menimba ilmu di sana,” sambung JK merujuk pada Suhaili Kalla, adik JK yang berlatar belakang pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Melalui pertemuan dan momentum GIHES 2026, panitia berupaya untuk memperkenalkan model pendidikan pesantren sebagai solusi pendidikan global. GIHES 2026 juga akan menghadirkan pakar pendidikan serta pembicara kunci dari negara-negara di lima benua untuk membedah sistem pendidikan masa depan yang relevan tanpa mengabaikan nilai moral.
“Pertemuan strategis ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi internasional dalam memperkuat posisi pesantren di kancah peradaban global,” tutup Ketua GIHES 2026, Dr KH Anang Rikza Masyhadi. [Mohamad Deny Irawan]




















