Ankara, Gontornews — Turki pada 13 April mengumumkan penguncian parsial selama dua pekan untuk membantu mengekang penyebaran virus korona di negara itu, yang baru-baru ini jumlah kasusnya meningkat. Demikian dilansir situs Hurriyetdailynews.com.
Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan kabinet yang berlangsung selama tiga jam, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan langkah-langkah baru terhadap virus akan mulai berlaku pada Rabu malam dan berlanjut selama dua pekan pertama bulan suci Ramadhan.
Di antara pembatasan baru yaitu jam malam hari kerja yang diperluas mulai pukul 19.00 — sebelumnya pukul 21.00 — dan berlangsung hingga pukul 5.00 pagi. Perjalanan antarkota juga akan dilarang, kecuali dalam situasi yang penting dan mendesak.
Kafe, restoran, dan kedai teh juga hanya akan menyediakan layanan pengantaran ke rumah dan dibawa pulang. Sementara aula pernikahan, pusat olahraga, dan tempat permainan akan ditutup hingga akhir liburan Idul Fitri yang menandai akhir Ramadhan di negara tersebut.
Pada 14 Januari, Turki memulai kampanye vaksinasi massal melawan COVID-19, dimulai dengan petugas kesehatan bersama dengan pejabat tinggi untuk mendorong kepercayaan publik terhadap vaksin tersebut.
Menurut angka resmi Kementerian Kesehatan, Turki sejauh ini telah memberikan hampir 19,16 juta suntikan vaksin virus korona di seluruh negeri.
Lebih dari 11,47 juta orang hingga saat ini telah menerima dosis pertama vaksin untuk melawan virus corona, sementara dosis kedua diberikan kepada hampir 7,69 juta. []




















