Jeddah, Gontornews – Jumlah kasus baru virus korona di Arab Saudi turun di bawah angka 1.000 untuk pertama kalinya dalam hampir dua pekan. Tetapi peningkatan kasus yang membutuhkan perawatan intensif tetap menjadi perhatian utama para pejabat kesehatan di negara itu.
Pada hari Ahad, dirilis Arabnews.com, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 907 kasus baru COVID-19. Angka ini meningkatkan total keseluruhan menjadi 449.191 kasus. Kasus terakhir kali turun di bawah angka 1.000 pada 16 Mei ketika tercatat 886 kasus.
Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yaitu Riyadh sebanyak 258 kasus, diikuti oleh Mekkah 232 kasus, dan Provinsi Timur 139. Wilayah dengan kasus terendah yaitu Jouf dengan tiga kasus.
Jurubicara Kementerian Kesehatan Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan pada konferensi pers pada hari Sabtu bahwa jumlah kasus telah berfluktuasi, dan mendesak orang untuk mengikuti peraturan.
“Kasus harian berfluktuasi akhir-akhir ini, dan kami berharap jumlahnya akan menurun karena orang-orang, pertama, menerima vaksin COVID-19 dan, kedua, mematuhi protokol dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari pertemuan sosial.”
Kementerian mengatakan bahwa 1.201 pasien telah pulih, mengurangi jumlah kasus aktif menjadi di bawah 10.000. Saat ini ada 9.706 kasus aktif.
Namun, jumlah kasus kritis telah meningkat 14 kasus dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi 1.408.
Jumlah kematian harian terkait COVID-19 mencapai 13 dalam 24 jam terakhir, menikkan angka kematian nasional menjadi 7.347.
Sementara itu, lebih dari 14 juta vaksin telah diberikan dengan kecepatan 40,2 dosis per 100 orang.
Jurubicara kementerian mengatakan bahwa hanya ada sedikit pengecualian dari penggunaan vaksin.
“Mereka yang memiliki hipersensitivitas terkait vaksin dibebaskan dari penggunaan dosis kedua,” katanya, seraya menambahkan bahwa kasus seperti itu jarang terjadi dan setiap orang masih perlu mengambil dosis pertama mereka.
“Vaksin ini aman dan cocok untuk semua orang. Bahkan orang dengan penyakit perlu mengambil dosis pertama mereka.”
Sebanyak 76.003 tes PCR dilakukan dalam 24 jam terakhir.
Al-Aly mengatakan pengujian hanya dilakukan pada mereka yang memiliki gejala COVID-19.
Sementara itu Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa orang harus mengikuti protokol dan peraturan untuk mengendalikan COVID-19 dan mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
Pada hari Ahad, Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan membuka kembali enam masjid yang telah ditutup sementara untuk pembersihan. Hal ini meningkatkan jumlah masjid yang dibersihkan menjadi 1.425 dalam 113 hari. []


















