Jakarta, Gontornews — Pemerintah Indonesia terus mengupayakan kesetaraan akses vaksin Covid-19 bagi seluruh negara di dunia. Presiden Joko Widodo terus menyuarakan kesetaraan akses termasuk saat berbicara mewakili pemerintah Indonesia di Majelis Umum PBB, Kamis (23/9/2021).
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, juga menegaskan peran pemerintah Indonesia untuk mendorong kesetaraan akses. Bagi Indonesia, kesetaraan vaksin merupakan kunci dari upaya bersama dalam mengatasi pandemi secara global.
“Presiden mengatakan pemulihan ekonomi hanya dapat dilakukan jika kita dapat mengatasi pandemi secara bersama. pandemi hanya dapat diatasi jika kita dapat mempersempit ketimpangan akses terhadap vaksin,” kata Retno, sebagaimana dilansir laman Sekretariat Kabinet.
Presiden, sambung Retno, juga mengatakan hal serupa di pertemuan Global Covid-19 Summit, Rabu (22/9/2021). Pertemuan tersebut merupakan gagasan dari Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang mempertemukan para pemimpin dunia terkait penanganan Covid-19 secara global.
“Presiden Republik Indonesia di dalam Global Summit to End Covid-19 Pandemic mengatakan, ketimpangan vaksin antarnegara harus diatasi melalui COVAX Facility, kerjasama dose-sharing, dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan,” jelas Menlu Retno.
Pertemuan ini bertujuan untuk menggalang dukungan dan melakukan rencana aksi nyata guna mewujudkan ketersediaan tujuh miliar dosis vaksin pada akhir tahun 2021 dan tujuh miliar dosis berikutnya pada pertengahan tahun 2022.
Presiden juga menekankan bahwa politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. “Solidaritas dan kerjasama, menurut Presiden, merupakan kunci untuk dunia keluar dari pandemi dan pulih bersama,” ucap Menlu.
“Diibaratkan oleh Sekjen (PBB) bahwa kita lulus tes dalam sains tetapi kita mendapat nilai ‘F’ dalam etika. Ini pernyataan tajam yang disampaikan Sekjen PBB untuk mengungkapkan kegelisahannya terkait kesenjangan akses terhadap vaksin,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]






















