Ramallah, Gontornews — Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang warga Palestina dan melukai lainnya pada hari Jumat (10/12) dalam bentrokan pada aksi protes terhadap pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Militer Israel mengatakan bahwa ratusan warga Palestina telah berkumpul di daerah itu, di selatan kota Nablus, membakar ban dan melemparkan batu ke arah pasukan di tempat kejadian.
Pasukan Israel menanggapinya dengan cara membubarkan kerusuhan untuk memulihkan ketertiban. “Kami mengetahui laporan bahwa seorang Palestina terbunuh,” kata militer dalam sebuah pernyataan dikutip Arabnews.com.
Warga Palestina yang tewas ditembak di kepala, dan meninggal segera setelah dilarikan ke rumah sakit, kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan.
Empat warga Palestina lainnya terluka oleh tembakan Israel, dan lebih dari 50 lainnya menderita karena menghirup gas air mata, kata petugas medis.
Tepi Barat adalah salah satu wilayah Palestina yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.
Kekerasan telah membara di sana sejak pembicaraan yang disponsori AS antara Palestina dan Israel gagal pada tahun 2014.
Warga Palestina telah menggelar protes pekanan di Desa Beita, selatan Nablus, untuk menyuarakan aspirasinya di pos terdepan pemukim Israel, yang sering menyebabkan bentrokan dengan pasukan Israel.
Para pemukim setuju untuk meninggalkan pos terdepan pada Juli di bawah kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, setelah berpekan-pekan demonstrasi warga Palestina.
Warga Palestina, yang mengklaim tanah tempat pos itu berada, telah bersumpah untuk melanjutkan demonstrasi mereka.
Sebagian besar negara menganggap pemukiman itu ilegal. Namun Israel membantahnya.[]




















