Islamabad, Gontornews — Pemerintah Sementara Afghanistan, Jumat (24/6/2022), mengumumkan keberhasilan pembebasan seorang tahanan dari penjara Guantanamo. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan salah satu tahanan mereka bernama Assadullah Haroon telah dibebaskan dan diserahkan Amerika Serikat kepada Taliban.
“Sebagai hasil upaya Emirat Islam Afghanistan (IEA), (yang diikuti) dengan interaksi langsung dan positif dengan Amerika Serikat, salah satu dari dua tahanan yang tersisa, Assadullah Haroon, dibebaskan dari penjara Guantanamo,” ungkap Mujahid sebagaimana dilansir Anadolu.
“Sebagai hasil dari upaya IEA, hari ini, kita menyaksikan pembebasan Assadullah Haroon dari penjara Guantanamo serta pertemuan kembali dengan keluarganya setelah bertahun-tahun,” sambung Mujahid. Haroon pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Qatar atas bantuan mereka.
Haroon menghabiskan 15 tahun penjara Guantanamo yang penghuninya terkenal karena pelanggaran berat hak asasi manusia.
Mujahid menambahkan beberapa warga Afghanistan juga masih ditahan di sejumlah negara. Pemerintah sementara Taliban, sambung Mujahid, sedang melakukan hubungan intensif dengan negara-negara terkait untuk memastikan pembebasan mereka. Meski demikian, Mujahid tidak merinci negara-negara mana saja yang masih menahan anggota Taliban hingga saat ini.
“IEA menganggap, sudah menjadi kewajiban, untuk membebaskan warga Afghanistan yang ditahan negara lain. Kami juga akan terus berusaha bahwa tidak ada warga Afghanistan yang tertindas di negara mana pun di dunia ini,” tutup Mujahid. [Mohamad Deny Irawan]


















