Kyiv, Gontornews — Korban tewas akibat serangan roket Rusia di sebuah bangunan perumahan di kota Dnipro, Ukraina, telah meningkat menjadi sedikitnya 35 orang, dua di antaranya anak-anak, kata gubernur daerah itu, Senin (16/1).
“Sampai sekarang, serangan musuh merenggut nyawa 35 penghuni gedung, termasuk dua anak. Tiga puluh sembilan orang diselamatkan, 75 lainnya luka-luka,” kata Valentyn Reznichenko di media sosial dan dirilis dw.com.
Dia mengatakan nasib 35 penghuni gedung lainnya masih belum diketahui. Upaya penyelamatan berlanjut hampir 40 jam setelah serangan itu.
Korban sebelumnya mencapai 30 orang.
Uni Eropa mengutuk keras serangan itu. Jurubicara urusan luar negeri UE mengatakan bahwa Rusia terus “menunjukkan wajahnya yang tidak manusiawi” dan menggunakan “teror rudal brutal” tanpa pandang bulu.
Swedia, yang memegang kepresidenan Uni Eropa, menggambarkan serangan itu sebagai “kejahatan perang”. Perdana Menteri Ulf Kristersson mengatakan semua “serangan yang disengaja terhadap warga sipil” masuk dalam kategori itu.
Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Ahad juga mengecam “sikap diam pengecut” rakyat Rusia atas serangan itu. Dia mengatakan Ukraina telah menerima pesan simpati dari seluruh dunia atas “teror ini.”
Namun Moskow membantah menyerang gedung itu. Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan “situasi” di Dnipro merupakan hasil dari counter missiles Ukraina dan pertahanan udara. []
























