Jerusalem, Gontornews — Polisi Israel mengatakan pada Sabtu (1/4) bahwa mereka menembak mati seorang Arab Israel yang merebut pistol dari seorang perwira dan menembakkannya dalam perkelahian di Kota Tua Jerusalem.
Polisi mengatakan serangan itu terjadi sekitar tengah malam di dekat Chain Gate, titik akses ke Kompleks Masjid Al-Aqsha di Jerusalem timur yang dicaplok Israel.
Arabnews.com melansir, petugas menghentikan tersangka dan, saat dia diinterogasi, “pria itu tiba-tiba menyerang salah satu polisi,” mengambil senjatanya “dan berhasil menembakkannya,” kata sebuah pernyataan.
“Sebagai tanggapan cepat dari petugas yang berada dalam bahaya dan berjuang melawan teroris, mereka menembaknya,” kata pernyataan tersebut, dan menambahkan petugas medis kemudian menyatakan dia meninggal.
Tersangka diidentifikasi sebagai penduduk Hura, sebuah desa Badui di Israel selatan.
Orang yang lewat melaporkan mendengar tembakan, dan seorang fotografer AFP melihat sejumlah polisi Israel dikerahkan di Kota Tua sekitar pukul 1:00 (2200 GMT Jumat).
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah ribuan warga Palestina memadati Kompleks Masjid Al-Aqsha pada Jumat kedua Ramadhan untuk shalat Jumat.
Polisi Israel mengatakan lebih dari 100.000 umat berkumpul untuk shalat di tempat suci ketiga Islam, yang dibangun di atas apa yang oleh orang Yahudi disebut Temple Mount, tempat suci Yudaisme.
Lebih dari 2.000 petugas polisi telah dikerahkan di seluruh kota.
Konflik Israel-Palestina telah mengalami peningkatan kekerasan sejak awal tahun, menimbulkan kekhawatiran akan gejolak selama Ramadhan.
Namun kekerasan terlihat ada jeda dalam 10 hari terakhir sejak awal bulan Ramadhan. []

























