Athena, Gontornews — Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Jumat (23/06/2023), mengkritik media Barat yang lebih menggaungkan pemberitaan seputar kecelakaan kapal selam “Titan” ketimbang tenggelamnya kapal berisi ratusan migran di lepas pantai Yunani pekan lalu.
“Ada potensi tragedi yang terungkap dalam kapal selam yang mendapatkan waktu peliputan ke seluruh dunia. Ini bisa dimengerti karena kita semua ingin dan berdoa agar para korban selamat,” kata Obama saat berbicara di forum Athena Event di Athena, Yunani, sebagaimana dilansir Greek Reporter.
“Tetapi, fakta bahwa (berita tenggelamnya kapal selam Titan) mendapatkan lebih banyak perhatian publik ketimbang fakta 700 orang (migran) tenggelam adalah situasi yang tidak dapat dipertahankan,” sambung Obama.
Komentar Obama muncul mendahului informasi mengenai laporan Penjaga Pantai Amerika Serikat bahwa lima penumpang kapal selam “Titan” yang hilang telah meninggal dunia. Kepastian ini terungkap setelah petugas menemukan puing-puing ledakan dari kapal selam itu di dekat reruntuhan kapal Titanic.
Sorotan mengenai kapal selam “Titan” telah menyita banyak perhatian dunia internasional. Sejak itu, masyarakat dunia mulai mengetahui informasi mengenai penumpang kapal, alasan mereka pergi hingga kekhawatiran untuk menggunakan kapal selam itu. Selain itu, luapan empati hingga dukungan publik terus menggema bagi para penumpang kapal bertiket 250.000 dolar Amerika Serikat itu.
Sebaliknya, ‘perlakuan’ berbeda terjadi ketika informasi mengenai tenggelamnya kapal pembawa 750 migran di lepas pantai Yunani muncul. Dari 750 penumpang migran, hanya ada 104 migran yang berhasil selamat, 82 orang tewas, sementara sisanya belum ditemukan.
Beberapa warganet di plaform TikTok atau Twitter mengatakan pemberitaan media tentang dua insiden tersebut tidak berimbang dan tidak proporsional. Hal itu terbukti dari minimnya liputan media, tindakan pemerintah, empati digital terkait dengan tenggelamnya kapal yang ditumpaki ratusan migran tersebut.
Para korban dan penyintas kapal migran di Yunani mengatakan para migran berasal dari Mesir, Suriah, Pakistan, Afghanistan dan Palestina. Mereka juga mengungkap ada sektiar 50 hingga 100 anak yang menjadi salah satu penumpang kapal terbalik itu.
Badan investigasi Pakistan mengungkap, sedikitnya 209 warga Pakistan berada di kapal tersebut dengan beberapa dari mereka tewas dalam insiden tersebut. [Mohamad Deny Irawan]























