Damaskus, Gontornews — Petugas pemadam kebakaran Suriah berjibaku untuk memadamkan kobaran api yang melahap hutan di Provinsi Homs, Suriah Tengah. Selain medan terjal serta lokasi yang dekat pemukiman warga, suhu tinggi yang mencapai 40 derajat Celcius di Suriah semakin mempersulit tugas pemadam kebakaran.
Sebuah kebakaran di lahan pertanian masyarakat di kota Hama membuat tim pemadam bekerja cepat untuk menghindari penyebaran area. Kepada kantor berita SANA, kepala pertahanan sipil Suriah mengatakan zona kebakaran terjadi di sebuah wilayah dengan medan pegunungan nan terjal.
Media lokal Suriah, Sharm FM, mengatakan sebuah keluarga di desa Al-Marana memutuskan untuk meninggalkan rumah karena kobaran api mendekat. Situasi semakin sulit ketika suhu rata-rata di Suriah lebih tinggi enam derajat Celcius dari rata-rata nasional pada Selasa (18/07/2023). Belum lagi, suhu tinggi tersebut ditambah dengan hembusan angin dan awan yang sangat panas.
Suhu di kota kuno Palmyra di Provinsi Homs mencapai 40 derajat Celcius dan suhu di Damaskus mencapai 39 derajat Celcius. Otoritas setempat terpaksa melakukan pemadaman listrik, seiring peningkatan permintaan, sehingga membuat banyak keluarga hidup dalam kesulitan.
Untuk meringankan dampak suhu tinggi, sekelompok wanita di Damaskus menggunakan kipas angin dengan baterai portabel. Mereka bahkan secara teratur mencelupkan kaki mereka ke air dingin guna menutupi tidak tersedianya pendingin ruangan.
“Kami memindahkan sofa ke sini, menuangkan air ke tanah dan mengarahkan kipas seolah-olah kami berada di Maladewa,” ucap Mounira Wassouf kepada Reuters.
Curah hujan yang tidak menentu dan panas yang meningkat adalah satu dari sekian dampak perubahan iklim yang mempengaruhi Suriah. Panen gandum Suriah bahkan telah mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 75 persen dari 4 juta ton per tahun sebelum perang. [Mohamad Deny Irawan]























