Jombang, Gontornews — Ustadzah Hj Zanuba Al Fareni Lc MAg, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Amanatussalam, Wonosalam, Jombang pada Kamis (15/3/2025) berkesempatan berbagi cerita dan pengalaman atas pendirian pondoknya yang berada di lereng gunung nan terpencil. Bersama puluhan peserta Zoomwinar, Ustadzah Zanuba pun menguraikan beberapa hal seperti awal mula perjuangannya merintis pondok bersama suami, hingga tips melebur mengambil hati masyarakat sekitar agar mau menerima cahaya Islam di desanya.
Pada kajian yang bertajuk Serba-serbi Belajar Merintis Lembaga Pendidikan, narasumber yang juga merupakan alumnus Gontor Putri 2005 itu menjelaskan bahwa dibutuhkan keyakinan yang kuat akan kemajuan pondok yang tengah dirintis. Ia bahkan menyerahkan semua urusan pondok hanya kepada Allah, karena Allah Yang Mahahebat dan Mahatahu akan kebaikan urusan hamba-Nya. Termasuk dalam hal keuangan, program-program pondok, alhamdulillah semua bisa berjalan baik atas izin Allah.
Pada masa awal merintis, Zanuba dan keluarga sempat mengontrak rumah yang merupakan rumah milik orang Nasrani. Karena memang kawasan tempatnya berjuang juga ramai dihuni oleh warga non-Muslim yang murtad karena serangan kristenisasi di desa mereka. Bahkan dalam radius 200 meter dari pondok, terdapat gereja yang dibangun oleh misionaris. Semua itu dihadapi Zanuba dan suami dengan penuh perjuangan dan semangat ikhlas karena Allah.
Kepada Gontornews.com, ibu dua anak itu menambahkan bahwa dalam hal syiar lembaga pendidikannya, ia gencar memanfaatkan sosial media, sehingga pada awal pendirian pondok mampu mengundang para santri dari berbagai penjuru Nusantara. Selain itu, dikisahkannya bahwa sebelum pondok didirikan, ia dan suami juga telah melakukan pendekatan secara personal dengan warga sekitar. Hingga akhirnya mampu diterima dengan baik, dan bisa mendirikan pondok di sana. Beragam kegiatan sosial gratis dan diperuntukkan untuk masyarakat sekitar juga dilakukan, sebagai bagian dari sosialisasi dan syiar pondok.
Acara yang berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB dan diselenggarakan oleh alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2005 itu pun berhasil menarik antusias peserta yang hadir, melihat banyaknya pertanyaan yang diajukan. Semoga ke depan panitia angkatan Nahyazeefa D’Mayla bisa terus memfasilitasi umat, khususnya alumni 2005 dalam belajar beragam ilmu dan memetik bermacam pengalaman hebat dari orang-orang sekitar. [Edithya Miranti]


















