Sorong, Gontornews — Pondok Modern Al-Ghuroba Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (27/8/2025), memastikan untuk tetap mengirim kontingen pramuka ke even World Scout Muslim Jamboree 2025 di Jakarta, 9-14 September 2025 mendatang. Kepastian ini dibuat seiring dengan memburuknya situasi pascademonstrasi kelompok masyarakat di Kota Sorong yang menutup seluruh akses menuju pelabuhan utama.
Pimpinan PM Al-Ghuroba Sorong, Ustadz Abdul Aziz Achirussubchi, memastikan keberangkatan kontingen yang terdiri dari 18 peserta siswa-siswi SMPIT dan MA Al-Ghuroba berikut dengan 4 guru pendamping. PM Al-Ghuroba Sorong menjadi satu-satunya sekolah di Provinsi Papua Barat Daya yang mengikuti ajang WSMJ 2025.
Detik.com melaporkan, sejumlah jalan protokol di Sorong lumpuh buntut ricuh simpatisan 4 terdakwa kasus makar, Rabu (27/8/2025). Sementara di sejumlah titik lainnya, massa melakukan pembakaran ban dan memblokade jalan. Akibatnya, aktivitas perkantoran pun lumpuh karena tidak ada akses jalan.
“Benar, kondisi belum kondusif sepenuhnya,” ungkap Muslihuddin, guru dari PM Al-Ghuroba Sorong.
“Demonstran memblokir hampir semua akses jalan dan menyerang warga yang melintas,” sambungnya kepada gontornews.com.
Sorong News melansir, PM Al-Ghuroba Sorong berencana untuk memilih jalur laut melalui Dermaga SP3 menuju Pelabuhan Sorong. Ustadz Abdul Aziz menganggap agenda WSMJ 2025 merupakan momentum penting bagi para siswa-siswi PM Al-Ghuroba sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Papua Barat Daya.
WMSJ 2025 akan menjadi jambore pramuka Muslim pertama di dunia yang diikuti lebih dari 15.000 peserta dari 15 negara. Mengusung tema We Are Moslem, Civilized, United, and Peaceful, kegiatan ini bertujuan membangun persatuan, perdamaian, dan peradaban di kalangan pemuda Muslim dunia. [Mohamad Deny Irawan]




















