Mataram, Gontornews — Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Lombok berencana untuk memberangkatkan 300 peserta jambore Muslim dunia, World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua IKPM Lombok, Muhammad Sunarto ME, mengatakan ada sekitar 14 pondok pesantren yang mengirimkan kontingen ke jambore Muslim dunia pertama di dunia yang dihelat di Jakarta, 9-14 September 2025 tersebut.
IKPM Lombok terus melakukan sosialisasi seputar agenda dan teknis keberangkatan ke sejumlah pondok pesantren di NTB. Tidak hanya itu, mereka juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB untuk menyampaikan rencana keberangkatan santri asal NTB ke momen pramuka Muslim bertaraf internasional tersebut.
“Dukungan kelembagaan juga datang dari berbagai pihak. DPRD Provinsi NTB misalnya menyambut baik keberangkatan ratusan santri dan peserta asli NTB karena dapat membawa nama baik provinsi,” ungkap Ketua IKPM Lombok, Ustadz Muhammad Sunarto.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) NTB, mengingat kegiatan ini merupakan kegiatan kepramukaan,” sambungnya kepada gontornews.com.
Secara teknis, IKPM Lombok menyiapkan transportasi, akomodasi, hingga administrasi peserta. Rencananya, Gubernur NTB akan melepas keberangkatan ratusan kontingen WMSJ 2025 asal NTB. “Insya Allah kami berangkat tanggal 7 September 2025,” tambah Ustadz Sunarto.
Selain pemerintah, pelepasan kontingen WSMJ juga akan menghadirkan tokoh-tokoh daerah, pimpinan pondok pesantren, serta alumni Gontor se-Nusa Tenggara Barat.
“Rencananya, rombongan akan berangkat dengan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Lembar ke Tanjung Perak Surabaya. Dari Surabaya, kita akan menggunakan bus,” ucap Ustadz Sunarto yang juga bertindak sebagai Ketua Penanggungjawab keberangkatan kontingen WMSJ asal NTB.
Terakhir, Ustadz Sunarto memastikan penampilan kesenian daerah asli Lombok seperti Gendang Beleq, tradisi adu ketangkasan khas suku Sasak Lombok Peresean dalam perhelatan WMSJ 2025 di Jakarta. [Mohamad Deny Irawan]






















