Depok, Gontornews — Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok menggelar tes sidik jari dalam upaya menggali potensi diri, minat, bakat, IQ dan EQ, motivasi dan gaya belajar santri dan santriwati, Senin (27/10/2025).
“Program ini menjadi bagian dari komitmen pesantren untuk mendidik santri tidak hanya secara spiritual dan akademik, tetapi juga secara personal melalui pendekatan ilmiah,” ujar Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Dr Awaluddin Faj MPd.
Ia menuturkan, tes ini diselenggarakan oleh Primagen, sebuah lembaga profesional di bidang analisis potensi genetik dan psikometri yang telah banyak bekerjasama dengan lembaga pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, dalam dunia pendidikan modern, memahami potensi diri merupakan langkah awal menuju keberhasilan.
Ia menyebutkan, melalui tes sidik jari Primagen, Pesantren Leadership Primago berupaya memberikan pendampingan pendidikan yang lebih personal untuk setiap santri. Hasil tes ini membantu guru dan pembimbing dalam: 1) Menentukan strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar santri, 2) Membantu santri menemukan bakat alami dan arah karier masa depan, 3) Membangun lingkungan belajar yang adaptif dan menyenangkan, 4) Mengoptimalkan pola asuh dan pembinaan karakter berdasarkan potensi genetik.
Perlu diketahui, bahwa tes sidik jari Primagen bukan sekadar tes umum. Melalui teknologi analisis dermatoglifi (pola sidik jari), Primagen mampu mengungkap potensi genetik seseorang, termasuk: 1) Kecerdasan majemuk (multiple intelligences), 2) Gaya belajar dominan (visual, auditori, kinestetik), 3) Tingkat konsentrasi dan focus, 4) Kecenderungan kepemimpinan dan kerjasama tim, 5) Motivasi intrinsik dan emosi.
“Semua hasil tes akan dianalisis oleh tim profesional Primagen, lalu dijabarkan dalam laporan komprehensif yang mudah dipahami oleh santri, guru, dan orangtua,” ujar alumni Gontor 2006 itu.
Melalui pendekatan berbasis potensi genetik, pesantren berharap setiap santri akan tumbuh sesuai fitrahnya, mengenal kelebihan dan kekurangannya, dan mampu menjadi pemimpin yang bijak di masa depan. “Hasil tes sidik jari tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi peta perjalanan santri menuju kesuksesan,” paparnya. []


















