Jember, Gontornews — Ahad (26/10/2025), Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung, Jember, Jawa Timur, menggelar Silaturahim Nasional dan Peresmian Masjid Jami’ Baitul Arqom. Acara itu dihadiri sejumlah tamu istimewa, di antaranya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs KH M Akrim Mariyat Dipl AEd, serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia periode 2015–2016, Jenderal Polisi (Purn) Drs H Badrodin Haiti.
Selain itu, juga hadir para wali santri, wali murid, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Jember dan sekitarnya. Mereka ikut menyaksikan momentum bersejarah Ponpes Baitul Arqom ini.
Dalam sambutannya, Kiai Akrim menegaskan nilai-nilai pendidikan khas pesantren yang menyeimbangkan antara ilmu, adab, dan kehidupan. Kurikulum pondok pesantren merupakan kurikulum kehidupan yang disebut dengan hidden curriculum.
“Makan di dapur, bersih-bersih halaman, shalat berjamaah, semuanya kurikulum. Maka semuanya harus diikuti,” terang sang kiai sebagaimana disampaikan Ustadzah Ummu Hanifatirrosyidah dari Baitul Arqom kepada Gontornews.com.
Pondok menyiapkan berbagai macam sarana, untuk memancing bakat para santri.
Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula pendapatanmu. Di pesantren seluruh ilmu diajarkan, sesuai dengan ajaran dan tuntutan agama. Maka segala sesuatu sesuai dengan niatnya. Kalau niatnya bagus, maka hasilnya pun bagus. Sedangkan satu pekerjaan yang sangat mudah tapi sulit dilaksanakan, yaitu bersyukur. Jika syukur sudah terlaksana, maka mendapatkan qana’ah.
Selain Kiai Akrim, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti juga berpesan, “Kalau orang lain bisa, maka kita harus bisa.” Jangan takut gagal karena orang hidup pasti akan menemukan masalah. Jika gagal, bangkit lagi!
Ia bahkan menyampaikan Purbaya quotes yang berbunyi, “Jika kebenaran itu sebagai serangan, berarti kita hidup di alam kebohongan.” Artinya, kalau yang bersih dianggap ancaman, berarti kita hidup di alam kotor.
Gerbang ketahanan kita hanya di keluarga dan pendidikan. Di sanalah anak-anak kita mau dicetak menjadi akhlak karimah atau madzmumah, pendidikanlah yang menjadi garda terdepan.
Ponpes Baitul Arqom ini berdiri satu tahun setelah Gontor diwakafkan, yaitu pada tahun 1959. Semakin bertambahnya usia, pondok ini pun masih terus berjuang dan berinovasi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.
Peresmian Masjid Jami’ ditandai dengan pengguntingan pita secara simbolis oleh Kiai Akrim, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, dan pimpinan Pondok Baitul Arqom. Usai prosesi, para tamu undangan meninjau bagian dalam masjid yang kini menjadi warisan keluarga besar Baitul Arqom.
Kegiatan dilanjutkan di Balai Pendidikan Ponpes Baitul Arqom dengan penandatanganan prasasti peresmian masjid serta penyampaian sambutan dan nasihat dari para masyaikh. Acara tersebut diikuti oleh 1.077 santri, menambah semarak dan kekhidmatan suasana. [Edithya Miranti]


















