Ngawi, Gontornews — Univeristas Darussalam (UNIDA) Gontor bekerjasama dengan Kader Kesehatan Desa, Selasa (17/02/2026, menggelar sosialisasi DAGUSIBU bagi para kader Posyandu se-Desa Hargomulyo. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB itu juga didampingi oleh bidan Desa Hargomulyo, Widyanti Absar MD.Keb.
Agenda ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang diselenggarakan mulai 8 Februari hingga 5 Maret 2026 mendatang. Ketua Kelompok 36 KKNT UNIDA Gontor, Fatiharriza Aulina Putri, mengatakan sosialisasi Dagusibu dihelat seiring dengan perilaku atau kebiasaan yang kurang tepat masyarakat dalam pengelolaan obat.
Fatiharriza menambahkan, hasil pengamatan dan diskusi bersama kader posyandu, masih banyak warga menggunakan obat secara tidak proporsional. “Masih ada warga yang menyimpan obat di tempat lembab atau bercampur dengan barang lain,” ungkap mahasiswa program studi Farmasi UNIDA Gontor tersebut.
“Tidak hanya itu, masih terdapat warga yang mengonsumsi obat tanpa memahami aturan pakai, menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, konsumsi obat kadaluwarsa (Beyond Use Date/BUD) serta membuang obat kadaluwarsa tanpa prosedur yang benar,” sambungnya kepada gontornews.com.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai pengelolaan obat yang benar masih diperlukan, terutama melalui peran kader Posyandu yang merupakan perpanjangan tangan tenaga kesehatan desa.
Secara teknis, sosialisasi Dagusibu di Desa Hargomulyo dimulai dengan registrasi peserta. Acara berlanjut dengan pemberian pre-test guna mengetahui pemahaman awal tentang prinsip Dagusibu dari para peserta.
“Soal-soal yang diberikan mencerminkan situasi yang sering ditemui di lapangan. Sehingga, para peserta dapat langsung merefleksikan pengalaman mereka selama mendampingi warga,” sebutnya.
Usai registrasi, pre-test dan menyanyikan lagu Mars Hidup Sehat, para peserta mengikuti demonstrasi cuci tangan dengan benar. Agenda berlanjut dengan penyampaian materi serta observasi studi kasus yang sering terjadi di keseharian masyarakat.
“Penyampaian difokuskan pada empat prinsip utama Dagusibu agar mudah dipahami dan diterapkan oleh para kader posyandu,” ucap Fatiharriza.
Fatiharriza menjelaskan sosialisasi Dagusibu bagi para kader Posyandu di Desa Hargomulyo sangat penting sebagai upaya untuk membangun budaya sadar obat. “Sinergi antara mahasiswa, bidan desa dan kader Posyandu diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat; tidak hanya bergantung pada pelayanan medis semata tapi juga membangun kesadaran penggunaan obat secara bijak,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]


















