Ngawi, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Selasa (24/2/2026), menggelar pelatihan membaca komprehensif bagi siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Wakah 1 Kabupaten Ngawi. Kepala SDN Negeri Wakah 1 Ngawi, Wuriyani S.Pd, mengapresiasi pelatihan yang dikemas secara menarik dan interaktif tersebut.
“Saya berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa,” ungkap Kepala Sekolah Wuriyani dalam rilis yang diterima gontornews.com.
“Saya juga berharap kegiatan ini dapat mendukung peningkatan kemampuan literasi di lingkungan sekolah,” sambungnya.
Pelatihan membaca efektif yang diselenggarakan oleh mahasiswi UNIDA Gontor ini merupakan rentetan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) kelompok 32 di Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi.
Dalam praktiknya, panitia membagi siswa SDN Wakah 1 Ngawi menjadi 2 kelompok: kelas 1-3 SD di mushala bersama tim KKNT dengan fokus membaca teks sederhana dengan metode interaktif dan kelompok kelas 4-6 SD yang dibina langsung oleh Dosen Pembimbing KKNT Gontor, Siti Nikmatul Rochma MPd.
Dosen Pembimbing KKNT UNIDA Gontor, Siti Nikmatul Rochma menjelaskan, metode membaca efektif bagi siswa kelas 1-3 bertujuan membantu para siswa untuk memahami isi bacaan secara bertahap serta menumbuhkan minat membaca sejak dini.
“Para siswa berfokus pada membaca teks sederhana melalui metode interaktif seperti diskusi kelompok, permainan kata dan latihan membaca bersama,” ungkap Dosen Fakultas Tarbiyah itu.
Adapun kelompok siswa kelas 4-6 mendapatkan pelatihan membaca efektif dengan menyajikan teks sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Para peserta juga mendapatkan latihan dalam memahami isi bacaan, menemukan ide pokok serta menyimpulkan informasi secara mandiri.
“Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa dan membantu meningkatkan kemampuan membaca komprehensif secara lebih efektif,” sambung alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus putri 2011 itu.
“Saya berharap budaya literasi di SDN Wakah 1 dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan berpikir kritis siswa sejak usia dini,” tutup Kepala Sekolah Wuryani SPd mengakhiri. [Mohamad Deny Irawan]



















