Depok, Gontornews — Lembaga Penjamin Mutu Tahsin dan Tahfizh (LPMT) di bawah Unit Kepesantrenan Putra Madinatul Qur’an Depok kembali menorehkan capaian yang membanggakan sepanjang Tahun Ajaran 2025–2026. Tidak kurang dari 121 santri berhasil mencapai target hafalan al-Qur’an pada jenjang 5 hingga 30 juz.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kesungguhan program pembinaan tahfizh yang dijalankan oleh LPMT. Capaian ini juga sekaligus menunjukkan semangat para santri dalam menjaga ritme hafalan di tengah berbagai aktivitas pendidikan dan kepesantrenan.
Berdasarkan data LPMT yang dilansir madinatulqurandepok.com bahwa sebanyak 18 santri berhasil menuntaskan hafalan 5 juz, kemudian 30 santri menyelesaikan 10 juz. Selanjutnya, 25 santri berhasil mencapai 15 juz, 20 santri menuntaskan 20 juz, dan 17 santri berhasil mencapai 25 juz. Adapun capaian tertinggi diraih oleh 7 santri yang sukses mengkhatamkan hafalan al-Qur’an 30 juz.
Wakil Ketua LPMT, Ustadz Rizqi Ahmadian SPd menyampaikan apresiasi atas perjuangan para santri dalam mencapai target hafalannya. Menurutnya, capaian tersebut lahir dari perpaduan antara kemandirian santri dalam menghafal dengan bimbingan, pendampingan, dan motivasi yang diberikan para muhafizh.
“Semangat para santri dalam menghafal sangat luar biasa. Mereka belajar mandiri sekaligus mendapatkan bimbingan dan motivasi dari para muhafizh,” tuturnya.
Ustadz Rizqi melanjutkan baahwa memang ada santri yang semangatnya naik-turun atau belum konstan. Tetapi itu merupakan hal yang wajar. “Tinggal bagaimana kita sebagai pembimbing memberikan penguatan dan solusi terbaik agar para santri kembali bersemangat dalam menghafal,” ungkap sang guru
Program Percepatan dan Penguatan Hafalan
Untuk meningkatkan kuantitas hafalan, LPMT menjalankan sejumlah program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan jenjang kemampuan santri.
Salah satunya program Takmily, yang di dalamnya terdapat kegiatan pemutqinan bagi santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Program ini diarahkan agar hafalan yang telah diperoleh tidak sekadar selesai secara kuantitas, tetapi juga semakin kuat dan terjaga.
LPMT juga memiliki program Safari Al-Qur’an, yakni program percepatan bagi santri Takhasus untuk mengejar target hafalan 30 juz.
Selain itu, terdapat Akselerasi Tahfizh, yaitu kegiatan percepatan hafalan yang diperuntukkan bagi seluruh santri dalam rangka mengejar target wisuda pada akhir tahun ajaran.
Program lainnya Murakkaz Tahfizh, sebuah kegiatan tahunan yang dilaksanakan di luar lingkungan pesantren. Para santri dibawa ke tempat-tempat seperti hotel, vila, wisma, dan lokasi lainnya untuk mendapatkan suasana baru dalam menghafal dan memurajaah al-Qur’an.
Suasana yang berbeda diharapkan dapat memberikan energi baru, menghilangkan kejenuhan, sekaligus meningkatkan konsentrasi dan motivasi santri dalam mencapai target hafalan.
Kualitas Bacaan
Tidak hanya mengejar kuantitas hafalan, LPMT juga memberikan perhatian serius terhadap kualitas bacaan dan kemutqinan hafalan.
Bagi santri kelas 7, misalnya, terdapat Program Tahsin selama tiga bulan dengan menggunakan buku tahsin praktis metode Al-Madinah. Program ini menjadi fondasi penting agar sejak awal santri memiliki kemampuan membaca al-Qur’an yang baik dan benar.
Setelah itu, perbaikan bacaan terus dilakukan melalui talaqqi bersama guru al-Qur’an di halaqah. Dengan metode ini, santri mendapatkan koreksi secara langsung sehingga kesalahan bacaan dapat segera diperbaiki.
LPMT juga memberikan pengayaan materi matan Tuhfatul Athfal kepada seluruh santri setiap pekan. Sementara itu, bagi santri Takmily yang sedang menjalani proses persanadan, diberikan pengayaan materi Matan Muqaddimah Al-Jazariyah.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tahfizh di Madinatul Qur’an tidak hanya diarahkan agar santri mampu menambah jumlah hafalan, tetapi juga memiliki bacaan yang benar, hafalan yang kuat, serta pemahaman dasar ilmu tajwid yang memadai. [Edithya Miranti]





















