Jakarta, Gontornews – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendesak PBB dan OKI untuk menindak tegas kekerasan tentara Israel terhadap rakyat Palestina untuk beribadah di Masjid al-Aqsha. Bagi organisasi Pemuda Muhammadiyah tersebut, kejahatan yang dilakukan oleh Israel merupakan kejahatan HAM yang luar biasa.
“Tindakan tegas PBB dibutuhkan untuk menunjukkan sikap PBB yang memang bisa berlaku adil terhadap siapa saja dan negara mana saja. Karena penjajah Israel melakukan pelarangan untuk melakukan ibadah di Masjid al-Aqsha yang diikuti dengan tindakan kekerasan merupakan kejahatan HAM yang luar biasa, tidak bisa ditolerir,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Senin (24/7) sebagaimana dilansir muhammadiyah.or.id.
Dahnil juga mendesak negara-negara OKI untuk aktif menghimpun kekuatan negara-negara lain di dunia, untuk menghentikan tindakan kekerasan dan pelarangan umat Islam Palestina beribadah di Masjid al-Aqsha, melalui jalur diplomasi maupun cara lainnya yang bisa menghentikan kejahatan penjajah Israel di Masjid al-Aqsha dan wilayah Palestina lainnya.
Di saat yang bersamaan, Dahnil juga mengajak seluruh kader Muhammadiyah dan seluruh umat Islam untuk melakukan shalat Tahajud seraya memohon kepada Allah SWT agar rakyat Palestina menerima hak kemerdekaannya dan memberikan hukuman yang pantas bagi Israel.
“Kami juga mengajak umat beragama lainnya di Indonesia untuk berdoa sesuai dengan caranya masing-masing khusus untuk menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab di Palestina,” jelas Dahnil.
Sementara itu, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menyatakan kesiapannya apabila dilibatkan pemerintah untuk melakukan upaya kemanusiaan di Palestina maupun negara lain yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. [Mohamad Deny Irawan]


















