Yangon, Gontornews — Paus Francis tiba di Myanmar pada kunjungan pertamanya ke negara Asia Tenggara, di mana puluhan ribu pengungsi Rohingya menghadapi tindakan brutal lmiliter Myanmar dalam tiga bulan terakhir.
Kunjungannya terjadi saat pemerintah Myanmar dituduh melakukan genosida terhadap etnis minoritas Rohingya. Lebih dari 600.000 di antaranya telah berlindung di negara tetangga, Bangladesh.
Pemimpin Gereja Katolik Roma berusia 80 tahun itu sebelumnya telah mengecam kekejaman, termasuk pembunuhan massal dan pemerkosaan yang dilakukan terhadap minoritas Muslim. Dia juga diharapkan bisa bertemu dengan para pengungsi dalam beberapa hari mendatang.
“Rohingya adalah topik yang sangat sensitif, ini adalah kata yang sangat sensitif di Myanmar, terutama dalam hal berurusan dengan pemerintah,” kata Scott Heidler dari Aljazeera yang melaporkan dari luar rumah uskup agung di kota Yangon yang terbesar di negara itu.
“Uskup agung sendiri telah menyarankan paus untuk tidak menggunakan istilah tersebut di sini karena ini adalah sesuatu yang tidak dikenali pemerintah,” Heidler menambahkan. [Rusdiono Mukri]



















