New York, Gontornews — Amerika Serikat memanfaatkan demonstrasi di Iran untuk menggagalkan kesepakatan nuklir penting dengan negara Timur Tengah. Demikian papar Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.
Komentar pada hari Jumat itu muncul setelah AS mengadakan pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB untuk menangani demonstrasi Iran.
“Amerika Serikat menyalahgunakan platform Dewan Keamanan. Biarkan Iran mengatasi masalahnya sendiri,” kata Duta Besar Vassily Nebenzia.
“Alasan sebenarnya untuk mengadakan pertemuan hari ini bukanlah melindungi hak asasi manusia atau mempromosikan kepentingan rakyat Iran, melainkan sebuah usaha terselubung untuk terus melemahkan perjanjian nuklir Iran.”
Sementara itu, utusan dari beberapa negara lain – dari Cina sampai pendatang baru, Guinea Khatulistiwa – juga mengungkapkan keberatannya, apakah dewan itu merupakan forum yang tepat untuk masalah ini.
Hampir satu minggu demonstrasi yang kadang-kadang disertai kekerasan mengakibatkan setidaknya 22 orang tewas. Iran menuduh Amerika Serikat, Israel, dan Arab Saudi dalang aksi demonstrasi itu.
Demonstrasi tersebut merupakan reaksi anti-pemerintah paling signifikan sejak 2009 yang melakukan protes terhadap dugaan penyimpangan dalam pemilihan umum.
Nebenzia mengatakan, jika Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang berkenaan dengan demonstrasi di Iran, seharusnya sidang itu diadakan setelah terjadi demonstrasi di AS menyusul pembunuhan remaja Amerika keturunan Afrika-Amerika, Michael Brown, oleh seorang perwira polisi kulit putih di negara bagian Missouri tahun 2014.
Duta Besar Prancis untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa demonstrasi di Iran tidak memerlukan sebuah pertemuan badan internasional tersebut.
“Kejadian beberapa hari terakhir di Iran tidak menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata Duta Besar Francois Delattre.
“Kita harus waspada terhadap upaya untuk mengeksploitasi krisis ini untuk tujuan pribadi, yang akan memiliki hasil yang bertentangan secara diametral dengan apa yang diharapkan.”
Duta Besar Iran Gholamali Khoshroo mengatakan Amerika Serikat telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan dengan mengadakan pertemuan darurat.
“Sangat disayangkan, meski ada perlawanan dari beberapa anggotanya, dewan ini telah membiarkan dirinya dianiaya oleh pemerintah AS saat ini untuk mengadakan sebuah pertemuan mengenai sebuah isu yang berada di luar cakupan mandatnya,” kata Khoshroo.
Dia menambahkan bahwa pemerintahnya memiliki “bukti kuat” bahwa demonstrasi baru-baru ini di Iran “sangat jelas diarahkan dari luar negeri”. [Rusdiono Mukri]



















